PA GMNI Gunungsitoli - Nias dan Nias Utara Gelar KonfercabPA GMNI Gunungsitoli - Nias dan Nias Utara Gelar Konfercab

GUNUNGSITOLI (beritasore.co.id): Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC PA GMNI) Gunungsitoli - Nias menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) ke IV, Jumat (30/10).
Disaat yang bersamaan, kegiatan yang berlangsung di ruang rapat center Kantor Wali Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, turut juga dilaksanakan Konfercab ke II DPC PA GMNI Nias Utara.
Dari laporan Ketua Panitia Pelaksana, Krisman Farasi mengungkapkan, tema Konfercab "Bersatu Bergerak, Alumni GMNI Berperan Mewujudkan Gunungsitoli - Nias yang Adil, Makmur, dan Sejahtera" mengandung makna mendalam.
"Pelaksanaan konferensi cabang ini dimaksudkan sebagai forum permusyawaratan organisasi untuk memperkuat konsolidasi, mempererat persaudaraan serta menentukan arah dan keberlanjutan perjuangan organisasi PA GMNI di wilayah Gunungsitoli, Nias dan Nias Utara," ungkap Krisman.
Pada pelaksanaannya, Krisman menuturkan bahwa peserta Konfercab ini terdiri dari dua unsur pimpinan cabang, yakni DPC PA GMNI Gunungsitoli - Nias dan DPC PA GMNI Nias Utara.
Ketua Umum PA GMNI, Prof. Dr. Arif Hidayat yang tergabung via zoom meeting mengungkapkan, saat ini PA GMNI telah terbentuk di 320 cabang (tingkat kabupaten/kota) dan 34 daerah (tingkat provinsi).
Menurut dia, PA GMNI terdiri dari kader-kader intelektual, yang memiliki pemikiran-pemikiran strategis dan diharapkan dapat memberikan sumbangsih kepada negara dan bangsa, untuk menjabarkan ide-ide, panduan, arahan apa yang digariskan oleh Soekarno.
Di kesempatan itu Arif Hidayat juga mengejak kader-kader PA GMNI di daerah untuk dapat menulis karya-karya ilmiah, menghimpun ajaran marhaenisme yang telah dibangun oleh Soekarno. "Saya yakin PA GMNI di daerah Gunungsitoli - Nias dan Nias Utara memiliki kader-kader terbaik," ujarnya.
Disamping itu, Ketua Umum PA GMNI mengharapkan para kader yang berada di eksekutif maupun legislatif dapat membuat program-program yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Mewakili Ketua DPC PA GMNI di Kepulauan Nias, Emanuel Ziliwu dalam sambutannya mengatakan bahwa menjadi alumni bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari perjalanan pengabdian yang luas.
"Jika dahulu kita berjuang di ruang-ruang diskusi mahasiswa, maka saat ini kita hadir ditengah-tengah persoalan masyarakat. Jika dahulu kita mengasah gagasan melalui perdebatan intelektual, maka hari ini kita menerjemahkan gagasan itu menjadi kebijakan," ucap Emanuel.
Ia menegaskan, para alumni GMNI tidak boleh kehilangan daya kritis dan tidak boleh menjauh dari masyarakat. Menurut dia, hal tersebut adalah alasan dari perjuangan GMNI.
"Kita boleh berbeda profesi, berbeda pilihan politik, dan berbeda jalan pengabdian, akan tetapi tidak boleh kehilangan ikatan ideologis, yang menyatukan kita adalah cita-cita tentang Indonesia yang mereka, berdaulat, adil dan makmur," imbuhnya.
Mewakili DPD PA GMNI Sumatera Utara, Meiman Kristian Harefa menyakini, salah satu cara mewarnai idealisme Bung Karno yaitu dengan mendistribusikan kader-kader ke berbagai sektor, baik politik, birokrasi dan lembaga lainnya.
"Bahwa ada aspirasi, karena DPC PA GMNI Gunungsitoli - Nias terdiri dari satu kota (Gunungsitoli) dan dua kabupaten (Nias dan Nias Barat), maka perlu dimekarkan. Kalau bisa, kita wujudkan dalam Konfercab ini," pesan Meiman.
Masih di kesempatan yang sama, Ketua DPRD Kota Gunungsitoli, Adrianus Zega mengingatkan, GMNI tidak boleh melupakan sejarah perjuangan.
"Soekarno mengatakan, Jas Merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Yang saya pahami dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, awalnya dari sisi organisasi kepemudaan, itu yang dikawal habis oleh GMNI, pemikiran Soekarno," ucap Adrianus dihadapan para kader GMNI.
Menurut Ketua DPRD Kota Gunungsitoli, pikiran atau paham yang sama, harus disatukan dalam keberadaan masing-masing, tidak tergerus oleh kepentingan sesaat.
"Akhir-akhir ini pergerakan adik-adik kita mahasiswa, itu sungguh dikuasai pergerakan pragmatisme, hegemoni kekuasaan. Saya berpikir yang demo akhir-akhir ini adalah sisa-sisa yang idealisme," tutur Adrianus.
Kami mendorong, pemikiran-pemikiran yang lahir dari akar pemikiran Soekarnoisme, mari kita bersatu untuk itu, mari kita berdiskusi bagaimana mengawal negara ini, dan konteks saat ini adalah mengawal Kota Gunungsitoli," pungkasnya mengakhiri.
Wali Kota Gunungsitoli, Sowa'a Laoli dalam arahan dan bimbingannya mengungkapkan, PA GMNI merupakan mitra strategis Pemerintah Kota Gunungsitoli. Ia berharap kemitraan pemerintah dan PA GMNI akan terus berkelanjut.
Orang nomor satu di Kota Gunungsitoli itu juga mengharapkan alumni GMNI dapat berperan dalam membangun Kepulauan Nias, termasuk Kota Gunungsitoli.
"
Sifat kritis harus beriringan dengan pemikiran untuk membangun. Maka saya berharap, melalui PA GMNI, teman-teman tidak tinggal diam, mari kita bersama-sama mendukung pemerintah, memberi edukasi, pertimbangan, pemahaman, bahkan membuka jaringan untuk membangun Nias ini," imbuhnya.
Dari pantauan awak media, hadir pada Konfercab DPC PA GMNI Gunungsitoli - Nias dan DPC PA GMNI Nias Utara, mewakili Kasat Intel Polres Nias, Sekretaris Daerah Kota Gunungsitoli, Anggota DPRD Kota Gunungsitoli, perwakilan Pemerintah Kabupaten Nias Utara, para pimpinan organisasi serta undangan lainnya. (KZ)






Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda