OPD Di Madina Harus Buka Diri, Maksimalkan KominfoOPD Di Madina Harus Buka Diri, Maksimalkan Kominfo

PANYABUNGAN (Berita): Bupati Mandailing Natal HM Jafar Sukhairi Nasution mengingatkan, ke depan, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di Madina harus lebih membuka diri, lebih terbuka kepada media.
Acara semula dimaksudkan mempererat silaturahmi dan temu ramah ini menjadi semacam ajang memicu 'emosi', saat wadah ini menjadi tempat 'dikonfrontir'. Terlihat, waspada.id dan beritasore.co.id gemetaran saat emosi.
Menyangkut membuka diri dan keterbukaan informasi publik, bupati dan wakil bupati sudah tunjukkan jauh-jauh hari bisa dikonfirmasi wartawan saat ketemu berbagai kesempatan atau dikonfirmasi wartawan melalui telepon.
Tentu saja, konfirmasi wartawan kepada Bupati Madina bisa dilakukan tanpa bertele-tele, tanpa harus memakai 'surat tertulis' atau 'surat konfirmasi'.
Dihadiri sejumlah pimpinan OPD termasuk Kepala Badan Inspektorat Madina Rahmad Daulay, bupati mengungkapkan, sebagai manusia tidak lepas dari khilaf dan salah.
Ke depan, bupati berharap, agar peristiwa ini diambil hikmahnya untuk bersama-sama ikut menciptakan Mandailing Natal yang lebih baik.
Bupati menyuruh staf untuk memanggil Rahmad Daulay untuk hadir di acara coffee morning, yang diharap sebagai ajang silaturahmi dan temu ramah. Bupati berharap dilakukan acara seperti ini sekali sebulan melibatkan Dinas Kominfo Madina.
Agak Gemetaran
Kepala Badan Inspektorat Madina Rahmad Daulay menceritakan panjang-lebar, termasuk menyangkut informasi pribadi dan kedinasan.
Rahmad Daulay mengungkapkan, pernah aktif di pers kampus dan banyak bercerita seputar internal menyangkut HMI [yang sebenarnya tak perlu diungkap ke publik].
Di lain hal, Kepala Badan Inspektorat Madina ini mengungkapkan, saat waspada.id dan beritasore.co.id melakukan konfirmasi, dia meminta waktu besok untuk ditanyakan ke Pak Ongku (H. Ongku Siregar, ketua tim).
Sejumlah wartawan terlihat gerah. Temu ramah ini semacam ajang konfrontir. Irham Hagabean Nasution, wartawan waspada.id dan beritasore.co.id seperti tidak tahan lagi meminta waktu kepada bupati, kemudian berbicara agak gemetaran.
Irham mengungkapkan, hanya beberapa menit menerima percakapan WA, bupati menghubungi langsung, kemudian meminta maaf karena baru sekarang mengetahui persoalan ini.
Dia menjelaskan, sebenarnya tidak ada masalah, karena di mata Allah, manusia tidak luput dari salah dan khilaf.
Irham juga mengungkapkan, dia melakukan kordinasi ke redaksi, kemudian di Medan melakukan rapat redaksi.
Klarifikasi ini, menurut redaksi waspada.id, dianggap hak jawab yang bukan ditujukan kepada waspada.id dan tak perlu diladeni.
Soal adek-adek mahasiswa HMI Madina, kata Irham menegaskan, sama sekali tidak ditunggangi wartawan.
Kepada Pak Bupati saya bersumpah-sumpah," ujar Irham. Rencana aksi tak bisa dicegah. Terlihat bupati mengangguk.
Irham mengungkapkan, pertemuan waspada.id dengan adek-adek HMI Madina terjadi setelah berkali-kali berkomunikasi lewat telepon.
Kami bertemu di Gunungtua. Saya katakan, kami wartawan tak mau memperalat siapa pun. Kami tak mau menunggangi siapa-siapa," ujar Irham.
Adek-adek HMI Madina mengungkapkan, kata dia, HMI tak mau ditunggangi abang-abang wartawan.
Sebagai generasi penerus, ujar adek-adek ini, semata-mata karena tidak bisa berdiam diri melihat pers di Madina diperlakukan.
Soal yang dikonfirmasi, lanjut Irham, hanya sebatas tiga pertanyaan standar dalam proses peliputan.
Setelah mendapat surat pemanggilan ASN diperoleh dari sumber, apakah surat panggilan ini benar ? Tujuannya, untuk apa ? ASN dipanggil inspektorat menyangkut aksi Singkuang 1, apakah sesuai tupoksi ?
Sebenarnya, sejumlah wartawan dalam pertemuan itu, bereaksi. Salah satunya, Ketua SMSI Madina Jeffry Barata Lubis.
Ketua PWI Madina Muhammad Ridwan Lubis menegaskan, wartawan Madina sama sekali tidak berpikir untuk melakukan aksi.
Sejumlah wartawan Madina bersalaman dengan Bupati Madina HM Jafar Sukhairi Nasution, Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution dan sejumlah pimpinan OPD termasuk Kepala Badan Inspektorat Madina Rahmad Daulay. (redaksi)







Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda