Omak - omak Gagalkan Panen TBS Di Areal PT RPROmak - omak Gagalkan Panen TBS Di Areal PT RPR
Administrator
Senin, 27 Maret 2023 - 1.06 AM WIB

Reading Comfort
adjust the font size
MADINA (Berita): Segerombolan omak-omak bereaksi menggagalkan pengangkutan panen tandan buah segar (TBS) kelapa sawit dari areal PT RPR, Minggu (26/3).
"Buah (TBS) sudah di dalam angkutan. Tapi digagalkan. Berhasil dicegah," ujar Ketua Koperasi Produsen Hasil Sawit Bersama Sapihuddin, SPd.I melalui sambungan telepon selulaer.
[caption id="attachment_53829" align="aligncenter" width="250"]
Omak-omak dan personel kepolisian di lokasi aksi, saat TBS coba diangkut dari areal, digagalkan.beritasore/Ist[/caption]
Dijelaskannya, sejumlah personel turun ke lokasi, dan Alhamdulillah tidak terjadi hal tak diinginkan. "Paling, sebatas adu mulut," ujarnya.
Massa memportal areal perusahaan. Massa tetap melakukan aksi di lahan perkebunan. Mencegah panen TBS dilakukan dengan memportal areal perusahaan.
Selain itu, kegiatan keagamaan dilaksanakan di lokasi berupa berbuka puasa bersama seadanya, shalat magrib berjamaah, shalat isya berjamaah, tadarusan Alquran, shalat tarawih, sahur seadanya, shalat subuh berjamaah, shalat zuhur dan shalat ashar di lokasi aksi.
Sedangkan perusahaan, lanjut Sapihuddin, mengelola 3.741 ha lahan HGU sejak 2005.
Massa membuka portal dan massa membubarkan diri, jika tuntutan warga bisa diselesaikan sesuai ketentuan. (irh)
Omak-omak dan personel kepolisian di lokasi aksi, saat TBS coba diangkut dari areal, digagalkan.beritasore/Ist[/caption]
Dijelaskannya, sejumlah personel turun ke lokasi, dan Alhamdulillah tidak terjadi hal tak diinginkan. "Paling, sebatas adu mulut," ujarnya.
Massa memportal areal perusahaan. Massa tetap melakukan aksi di lahan perkebunan. Mencegah panen TBS dilakukan dengan memportal areal perusahaan.
Selain itu, kegiatan keagamaan dilaksanakan di lokasi berupa berbuka puasa bersama seadanya, shalat magrib berjamaah, shalat isya berjamaah, tadarusan Alquran, shalat tarawih, sahur seadanya, shalat subuh berjamaah, shalat zuhur dan shalat ashar di lokasi aksi.
Sedangkan perusahaan, lanjut Sapihuddin, mengelola 3.741 ha lahan HGU sejak 2005.
Massa membuka portal dan massa membubarkan diri, jika tuntutan warga bisa diselesaikan sesuai ketentuan. (irh)Topik
No topics for this article yet.
Berita Terkait







Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda