Breaking News
Memuat breaking news...

OJK: Kinerja Bank Umum Di Sumut Tumbuh Positif

Redaksi
Redaksi
Rabu, 30 September 2026 - 9.21 PM WIB
3
OJK: Kinerja Bank Umum Di Sumut Tumbuh Positif
Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara Triyoga Laksito, Dirut Bank Sumut Heru Mardiansyah dan wartawan di Kantor OJK Jalan Gatot Subroto Medan. beritasore.co.id/ist
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (berotasore .co.id): Posisi Januari hingga Juli 2026, kinerja Bank Umum secara konsolidasi di Sumatera Utara menunjukkan pertumbuhan positif.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara Triyoga Laksito pada Media Talk Selasa, 22 September 2026 di Medan. Media Talk dihadiri wartawan ekonomi dan bisnis lokal dan nasional.

Triyoga menyebut total aset perbankan mencapai Rp371,1 triliun, tumbuh 3,33 persen secara tahunan (YoY).

Pertumbuhan juga terlihat pada penghimpunan dana pihak ketiga (DPK). Hingga Juli 2026, DPK perbankan di Sumatera Utara tercatat Rp345,6 triliun, meningkat 4,29 persen YoY.

"Kondisi tersebut menunjukkan penghimpunan dana masyarakat melalui sektor perbankan masih mengalami pertumbuhan," kata Triyoga.


Sementara itu, penyaluran kredit mencatat pertumbuhan yang lebih tinggi. Kredit Bank Umum mencapai Rp332,6 triliun, tumbuh 7,67 persen YoY.


Pertumbuhan kredit tersebut menunjukkan perbankan masih menjalankan fungsi intermediasi dengan menyalurkan pembiayaan kepada masyarakat dan dunia usaha.

Dari sisi sektoral, porsi kredit terbesar mengalir ke industri pengolahan sebesar 36,9 persen, disusul sektor pertanian 23,7 persen dan perdagangan besar 20,2 persen.

Adapun kredit yang disalurkan ke sektor konstruksi tercatat sebesar 3,2 persen, sedangkan sektor lainnya mencapai 13,4 persen.


Kualitas Kredit Tetap Perlu Dipantau

Dari sisi kualitas kredit, rasio Non Performing Loan (NPL) Bank Umum di Sumatera Utara berada pada level 1,96 persen. Angka tersebut meningkat tipis 4 basis poin (bps) secara tahunan.


Sementara itu, Loan at Risk (LaR) tercatat sebesar 6,3 persen, naik 16 bps YoY. Pergerakan tersebut menunjukkan adanya potensi risiko kredit yang tetap perlu menjadi perhatian perbankan, meski kualitas kredit secara umum masih berada dalam kondisi yang terkendali.


"Dengan aset yang terus meningkat, penghimpunan DPK yang tumbuh serta kredit yang mencatat pertumbuhan lebih tinggi," kata Triyoga.

Kinerja perbankan Sumatera Utara hingga Juli 2026 memperlihatkan aktivitas intermediasi yang tetap berjalan. Namun, perkembangan NPL dan LaR menjadi indikator yang perlu terus dipantau seiring ekspansi penyaluran kredit.

*Kredit UMKM Turun

Triyoga menambahkan penyaluran kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) oleh Bank Umum di Sumatera Utara (Sumut) tercatat mengalami penurunan pada Juli 2026.

Kredit yang disalurkan untuk UMKM Rp80,4 triliun, turun 1,77 persen year on year (you) dibandingkan Rp81,9 triliun pada Juli 2025.

Menurut Triyoga, kondisi ini menunjukkan bahwa pertumbuhan kredit UMKM di Sumut masih menghadapi tantangan, meskipun pembiayaan kepada sektor UMKM tetap menjadi bagian penting dalam struktur kredit perbankan daerah.


Dalam struktur kredit berdasarkan skala usaha, porsi kredit Bank Umum di Sumut masih didominasi kredit korporasi sebesar 47 persen. Sementara kredit konsumtif mencapai 28,8 persen, sedangkan kredit UMKM berada pada posisi 24,2 persen.


Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) kredit UMKM pada Juni 2025,
sebesar 3,72 persen, kemudian meningkat menjadi 3,85 persen pada Desember 2025, dan kembali naik menjadi 4,1 persen pada Juni 2026.


Kenaikan NPL tersebut menjadi perhatian karena menunjukkan adanya peningkatan risiko kualitas kredit UMKM. Terlebih, angka NPL UMKM telah berada di atas ambang 5 persen (Correction: the slide states the increase needs attention because it is still below 5 persen).


Secara keseluruhan, perkembangan kredit UMKM di Sumut pada 2026 memperlihatkan dua sisi. Di satu sisi, penyaluran kredit mengalami kontraksi secara tahunan. Di sisi lain, meningkatnya NPL menunjukkan perlunya penguatan kualitas pembiayaan dan pendampingan bagi pelaku UMKM agar kemampuan pembayaran kredit tetap terjaga.(wie)

Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait