Nasib Pedih Guru Berprestasi Di Madina 17 Tahun, Tak Lulus P3KNasib Pedih Guru Berprestasi Di Madina 17 Tahun, Tak Lulus P3K

MADINA (Berita): Guru honorer di salah satu SDN di Natal, Kab. Mandailing Natal, menyampaikan pengakuan dengan nada kepedihan. Suaranya hampir-hampir seperti tangisan.
Pengakuan mengejutkan ini menjadi topik diskusi hangat di grup Forum Anak Madina (FAM), kemarin, satu grup di Madina dinilai fenomenal. Sempat terjadi diskusi panjang melibatkan sejumlah aktivis.
Ya, dia guru multitalenta dan sangat berperan mengukir prestasi di tingkat kecamatan dan kabupaten, bahkan sudah mengabdi 17 tahun.
Nyatanya, tidak lulus seleksi kompetensi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Kok bisa ?
Sangat sedih, pedih, hampa rasanya," ujar Syaripuddin, SPd.I, MM dengan suara hampir-hampir tak terdengar kepada waspada.id dan beritasore.co.id, Sabtu (29/4) malam.
Guru honorer SDN ini mengungkapkan, SD tempat dia mengajar sering juara 1 lomba di kabupaten dan dia melatihnya.
Bahkan, perwakilan dari kecamatan ke kabupaten, dia juga yang dipercaya melatih dan membawa anak didik dan "alhamdulillah sering juara."
Bahkan, kendati dia mengajar bidang studi Agama Islam, tapi dia benar-benar multitalenta. Dia guru serba bisa.
Tak perlu heran, kalau di Kec. Natal banyak yang tahu apa yang sudah dia perbuat untuk pendidikan.
Guru honorer SDN yang menyelesaikan S2 di Sumatera Barat ini (2021), mengungkapkan, dia merasa sangat terpukul.
Syaripuddin pernah berniat mengadu kepada Bupati Madina, Gubsu, Menteri Pendidikan atau Presiden RI.
Dia juga sudah pernah berniat berhenti mengajar. "Bahkan, saya sampaikan langsung kepada kepala sekolah untuk berhenti.
Kepala sekolah tidak memberi. Karena, kata kepsek, siapa lagi yang mengurus dan melatih anak-anak kita. Jadi, yang lain ngapain?," ujarnya.
Syaripuddin mengaku tak ingat persis berapa kali mereka juara 1 pildacil dari Kec. Natal dan juga busana muslim.
Dan dia pelatihnya. Begitu juga lomba yang lain, baik puisi, pidato, dll.
Dia mengungkapkan, prestasi diukir sudah banyak. Syaripuddin pelatih pildacil, drumband, puisi, pidato, busana muslim, pelatih kesenian dan pernah juara di kabupaten.
Bahkan, lanjut dia, MAN Natal yang barusan tampil di Madina lomba busana muslim di STAIN.
Ditanya, yang lulus masuk P3K masa kerjanya berapa tahun? "Saya tak tahu persis berapa tahun, tapi yang pasti banyak masuk P3K justru di bawah masa kerja saya," ujar Syaripuddin, SPd.I, MM.
Seorang seniman juga pekerja sosial di Madina, Syahren Hasibuan, ketika dimintai komentar, mengungkapkan, dia mengenal secara pribadi dan tahu apa yang sudah Syaripuddin perbuat.
Ketika dikonfirmasi menyangkut teknis rekruitmen penerimaan P3K di Madina, Kepala Dinas Pendidikan Madina Dollar Hafriyanto Siregar dihubungi sejak kemarin pagi melalui percakapan whatsApp sampai siang ini, tak dijawab.
Kadis Pendidikan Mandailing Natal Dollar Hafriyanto Siregar ditelepon berkali-kali, walaupun dihubungi dengan nada tersambung juga tak diangkat. (irh)







Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda