Mayat Ditemukan Tenggelam Di Kolam Limbah PT PHS MenantiMayat Ditemukan Tenggelam Di Kolam Limbah PT PHS Menanti
Administrator
Sabtu, 23 Mei 2020 - 6.41 AM WIB

Reading Comfort
adjust the font size
HUTARATINGGI (Berita) : Penemuan mayat seorang lelaki di kolam limbah perusahaan Permata Hijau Sawit (PHS) Menanti Kec. Hutaraja Tinggi Kab. Padang Lawas (Palas), Jumat (22/5) gegerkan karyawan perusahaan.
Kapolres Palas, AKBP Jarot YA. SIK melalui Kasat Reskrim IPTU Aman Bangunsyah SH, kepada Wartawan membenarkan kejadian itu. Katanya, jasad tersebut diketahui berinisial JL (35) warga Panti Kab. Pasaman yang merupakan karyawan PT PHS Menanti.
Korban yang ditemukan pertama kali seorang karyawan Panaekan Harahap (22) dalam kondisi tenggelam di kolam limbah hanya menggunkan celana dalam.
[caption id="attachment_7161" align="alignnone" width="300"]
Jasad JL (35) korban tenggelam di kolam limbah PT PHS Menanti Kec. Hutaraja Tinggi Kab. Palas, Jumat (22/5) (Berita/Ist)[/caption]
Kata Iptu Aman, dari hasil olah TKP dan keterangan saksi. Korban diduga tenggelam saat hendak mengambil burung hasil buruannya yang jatuh ke dalam kolam limbah itu. Dimana, di pinggir kolam ditemukan sepatu, pakaian dan senapan angin yang diduga milik korban.
Sementara itu, hasil pemeriksaan medis yang dilakukan pihak Puskesmas Hutara Tinggi tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan ditubuh korban dan pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi dengan membuat surat pernyataan.
"Korban diduga murni tenggelam di kolam limbah perusahaan itu,". Jelasnya. (tio)
Jasad JL (35) korban tenggelam di kolam limbah PT PHS Menanti Kec. Hutaraja Tinggi Kab. Palas, Jumat (22/5) (Berita/Ist)[/caption]
Kata Iptu Aman, dari hasil olah TKP dan keterangan saksi. Korban diduga tenggelam saat hendak mengambil burung hasil buruannya yang jatuh ke dalam kolam limbah itu. Dimana, di pinggir kolam ditemukan sepatu, pakaian dan senapan angin yang diduga milik korban.
Sementara itu, hasil pemeriksaan medis yang dilakukan pihak Puskesmas Hutara Tinggi tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan ditubuh korban dan pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi dengan membuat surat pernyataan.
"Korban diduga murni tenggelam di kolam limbah perusahaan itu,". Jelasnya. (tio)Topik
No topics for this article yet.
Berita Terkait







Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda