Kunjungan Kenegaraan PM India Narendra Modi Ke Indonesia, Perkuat Kemitraan StrategisKunjungan Kenegaraan PM India Narendra Modi Ke Indonesia, Perkuat Kemitraan Strategis

MEDAN (beritasore.co.id): Perdana Menteri Narendra Modi melaksanakan kunjungan Kenegaraan ke Indonesia yang memberikan semakin memperkuat kemitraan strategis komprehensif India–Indonesia.
Konsul Jenderal India di Medan Ravi Shanker Goel menjelaskan kepada wartawan di Hotel Grand Mercure Medan Selasa (21/7/2026) terkait kunjungan Kenegaraan Perdana Menteri Narendra Modi ke Indonesia pada 6 - 8 Juli 2026.
Ravi mengatakan kedatangan PM Modi ke Indonesia sebagai balasan dari kunjungan Kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto ke India pada tanggal 23–26 Januari 2025 sebagai Tamu Kehormatan dalam perayaan Hari Republik India ke-76.
"Kunjungan ini menjadi tonggak penting yang mencerminkan komitmen bersama kedua pemimpin untuk meningkatkan Kemitraan Strategis Komprehensif India–Indonesia," kata Ravi.
Selama kunjungan tersebut, Perdana Menteri Modi disambut dengan upacara kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, yang dilanjutkan dengan pembicaraan bilateral bersama Presiden Prabowo dalam format tête-à-tête maupun tingkat delegasi pada tanggal 7/7/2026.
Presiden Prabowo juga menyelenggarakan Jamuan Makan Malam Kenegaraan untuk menghormati Perdana Menteri Modi. Atas undangan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia Puan Maharani, Perdana Menteri Modi menyampaikan pidato di Parlemen Indonesia pada tanggal 7/7/2026.
Kedua pemimpin, Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Modi, meresmikan dimulainya pekerjaan restorasi dan konservasi di Situs Warisan Dunia UNESCO Kompleks Candi Prambanan di Yogyakarta pada tanggal 7/7/2026, serta turut menghadiri resepsi yang diselenggarakan oleh komunitas India di Indonesia.
Pembicaraan bilateral resmi yang berlangsung pada 7 Juli 2026 mencakup seluruh spektrum hubungan India–Indonesia, termasuk keterlibatan politik, kerja sama pertahanan dan keamanan, kerja sama maritim, perdagangan dan investasi, ekonomi digital, ilmu pengetahuan dan teknologi, antariksa, mineral kritis, energi, pertanian, kesehatan, farmasi dan pendidikan.
Kemudian kebudayaan, pariwisata, pertukaran pemuda, hubungan antarmasyarakat (people-to-people ties), serta perkembangan regional dan global yang menjadi kepentingan bersama.
Kedua pemimpin juga menyaksikan pertukaran dokumen bilateral yang bertujuan untuk semakin memperkuat Kemitraan Strategis Komprehensif India–Indonesia.
Kedua pemimpin menegaskan kembali komitmen mereka untuk meningkatkan keterlibatan strategis melalui penyelenggaraan Pertemuan Tingkat Tinggi (Summit Meetings) secara berkala, penguatan mekanisme dialog kelembagaan, serta peningkatan pertukaran di bidang parlemen, akademik, dan kebijakan.
Dengan mengakui India dan Indonesia sebagai negara tetangga maritim dan mitra strategis, kedua pemimpin menegaskan kembali komitmen mereka untuk semakin memperluas kerja sama pertahanan dan maritim di bidang-bidang tradisional maupun yang sedang berkembang.
Mereka menyambut baik pendalaman kerja sama dalam dialog pertahanan, latihan bersama, kesadaran domain maritim (maritime domain awareness), hidrografi, teknologi pertahanan, kerja sama industri pertahanan, pertukaran informasi, pembangunan kapasitas, serta keselamatan dan keamanan maritim, termasuk kemajuan kerja sama terkait Sistem Rudal BrahMos dan inisiatif strategis lainnya.
Kedua pemimpin mengecam keras terorisme dalam segala bentuk dan manifestasinya serta menegaskan kembali komitmen mereka untuk memperkuat kerja sama bilateral dalam penanggulangan terorisme, pencegahan ekstremisme kekerasan, pemberantasan pendanaan terorisme, penanggulangan kejahatan terorganisasi lintas negara, peningkatan keamanan siber, serta penanganan tantangan yang timbul akibat teknologi baru.
Dengan menekankan bahwa kerja sama ekonomi dan perdagangan tetap menjadi salah satu pilar utama hubungan bilateral, kedua pemimpin menyatakan komitmen mereka untuk memperluas perdagangan dan investasi. Memperkuat kerja sama di bidang mineral kritis dan logam tanah jarang (rare earths), mendorong rantai pasok yang tangguh, meningkatkan konektivitas keuangan, serta memajukan kolaborasi di bidang industri, keuangan, dan ekonomi digital.
Kedua belah pihak juga menegaskan kembali komitmen mereka untuk memperkuat kerja sama di bidang kesehatan, farmasi, ketahanan pangan, pertanian, perikanan, pupuk, energi terbarukan, dan ketahanan energi melalui inisiatif baru, kerja sama regulasi, berbagi pengetahuan, dan program pembangunan kapasitas.
Kedua pemimpin menekankan pentingnya peningkatan konektivitas maritim dan udara antara kedua negara serta mendorong peningkatan konektivitas penerbangan dan hubungan pelabuhan-ke-pelabuhan (port-to-port).
Mereka menantikan penyelenggaraan Pertemuan Gugus Tugas Bersama (Joint Task Force Meeting) ke-3 mengenai Konektivitas Andaman–Aceh yang akan diselenggarakan pada paruh kedua tahun 2026, serta pelaksanaan rencana aksi secara cepat.
Presiden Prabowo menyambut baik ketertarikan India untuk bermitra dalam pengembangan terpadu Pelabuhan Sabang. Kedua pemimpin mengakui bahwa kemitraan tersebut—yang mencakup fasilitas wisata kapal pesiar dan wisata bahari, industri maritim termasuk perbaikan dan pembangunan kapal.
Serta layanan darat yang mendukung kegiatan energi lepas pantai di Laut Andaman—akan memperkuat konektivitas kelembagaan, fisik, dan digital, serta pergerakan orang dan komoditas antara Kepulauan Andaman dan Nikobar milik India dengan provinsi-provinsi di Pulau Sumatra.
Sehingga berkontribusi terhadap investasi, penciptaan lapangan kerja, alih teknologi, dan kemakmuran kawasan bersama.
Mereka mendorong otoritas terkait untuk menyusun ruang lingkup, mekanisme, dan pembiayaan proyek tersebut secara tepat waktu dan saling menguntungkan, sejalan dengan rencana pembangunan Indonesia dan peraturan yang berlaku.
Kedua pemimpin juga menyambut baik peluncuran Indonesia Open Network (ION), yang didasarkan pada arsitektur Open Network for Digital Commerce (ONDC) India, untuk meningkatkan partisipasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia dalam ekonomi digital melalui jaringan digital.
Mereka juga menyambut baik kemajuan menuju implementasi Keterhubungan Pembayaran QR Lintas Batas (Cross-Border QR Payment Linkage) antara Reserve Bank of India dan Bank Indonesia, yang akan memperkuat konektivitas sistem pembayaran bilateral.
Meningkatkan efisiensi transaksi, memperkuat ketahanan keuangan, serta mendukung UMKM, sektor pariwisata, dan mahasiswa. Mereka juga menyambut baik penyelesaian Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama di Bidang Teknologi dan Layanan Telekomunikasi, yang semakin memperkuat konektivitas digital serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan transformasi digital.
Kedua pemimpin menegaskan kembali komitmen bersama mereka terhadap konservasi keanekaragaman hayati, ketahanan terhadap bencana, ilmu pengetahuan dan teknologi, kerja sama antariksa, serta pemanfaatan ruang angkasa dan energi nuklir untuk tujuan damai.
Mereka menyambut baik kelanjutan kerja sama dalam penelitian, inovasi, teknologi baru, penanggulangan bencana, dan keberlanjutan lingkungan.
Dengan mengakui eratnya hubungan budaya dan peradaban antara India dan Indonesia, kedua pemimpin menyambut baik peresmian proyek restorasi dan konservasi Kompleks Candi Prambanan yang didukung oleh India sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, serta menyepakati peringatan tahun 2026–2027 sebagai "Tahun Tagore–Dewantara untuk Diplomasi Kebudayaan dan Pendidikan India–Indonesia."
Mereka juga menegaskan kembali komitmen untuk memperluas kerja sama di bidang pariwisata, pendidikan, pendidikan tinggi, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pertukaran antarmasyarakat.
Mengenai isu-isu regional dan multilateral, kedua pemimpin menegaskan kembali komitmen mereka terhadap Indo-Pasifik yang bebas, terbuka, inklusif, damai, dan berbasis aturan; dukungan terhadap Sentralitas ASEAN.
Reformasi lembaga-lembaga internasional; peningkatan Kerja Sama Selatan–Selatan; serta koordinasi yang lebih erat melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), BRICS, G20, IORA, dan forum-forum multilateral lainnya.
Mereka menegaskan pentingnya dialog, diplomasi, penghormatan terhadap hukum internasional, dan kebebasan bernavigasi dalam menghadapi tantangan regional maupun global.
Perdana Menteri Narendra Modi menyampaikan apresiasi yang tulus kepada Presiden Prabowo Subianto atas sambutan yang hangat dan keramahtamahan yang luar biasa yang diberikan kepada beliau beserta delegasinya selama kunjungan tersebut.
Perdana Menteri Modi juga menyampaikan undangan dengan penuh kehangatan kepada Presiden Prabowo untuk melakukan kunjungan ke India pada waktu yang disepakati bersama. (wie)







Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda