Kompleksnya Persoalan BUMD, DPRD Medan Minta Pemko Medan Beri Perhatian SeriusKompleksnya Persoalan BUMD, DPRD Medan Minta Pemko Medan Beri Perhatian Serius

MEDAN (Berita): Komisi III DPRD Kota Medan mendorong pihak Pemerintah Kota ( Pemko) Medan dapat memberikan perhatian serius kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) karena kompleksnya persoalan terhadap perusahaan tersebut.
Rapat tersebut turut menghadirkan Plt.PD Pembangunan, Syafrizal Lubis ,Direktur Operasional Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pembangunan Ahmad Yasir Lubis, Dirut PUD Rumah Potong Hewan (RPH) Harisandi Syafril Harahap dan Dirut SDM RPH Janses Sihaloho.
Dan turut hadir Suwarno Dirut PUD Pasar, Ismail Pardede Direktur Operasional PUD Pasar, Fernando H Napitupulu Direktur Administrasi dan Keuangan PUD Pasar dan Imam Abdul Hadi,Direktur Pengembangan dan SDM PUD Pasar.
Sambung, Ishaq pihaknya dalam hal ini akan melakukan pemanggilan terhadap Badan Pengawas untuk mempertanyakan berbagai persoalan yang terjadi di BUMD Kota Medan.
Dengan langkah tersebut, kata Ishaq akan dapat diambil sebuah langkah yang terbaik.
Sebelumnya, Ahmad Yasir Lubis, Direktur Operasional PUD Pembangunan mengatakan bahwa pihaknya mengelola beberapa unit bisnis, yakni ; Kolam Renang Deli, Medan Zoo ( kebun binatang) dan lainya.
Namun, dikatakan Yasir pihaknya sangat memerlukan invenstor untuk membenahi saranan dan prasarana di Kolam Renang Deli.
Sebalilnya, terkait Medan Zoo, dikatakan Plt.PD Pembangunan, Syafrizal Lubis benar-benar memerlukan sentuhan untuk membuat daya tarik agar masyarakat dapat hadir.
Dalam pertemuan itu, pihak Komisi III DPRD Medan mendapat laporan adanya harimau yang kondisinya sedang sakit.
Janses Sihaloho, Dirut SDM RPH juga berharap agar para pemangku kepentingan di Pemko Medan dapat benar-benar peka dan melakukan pengawasan.
Dalam hal ini, Janses hanya berharap agar kawasan Rumah Potong Hewan ( RPH ) benar - benar bisa diperhatikan dinas yang ada di Pemko Medan .
Juga, peran Satpol PP , sambung Jansen diperlukan untuk melakukan pengawasan dan penertiban rumah potong swasta.
Untuk persoalan, PUD Pasar, pihak DPRD Kota Medan hanya menyoroti persoalan Pasar Aksara agar pedagang bisa berjualan.
Ismail Pardede Direktur Operasional PUD Pasar, mengatakan bahwa pihaknya sudah mengambil langkah dengan mengudang pedagang serta membuat surat pernyataan, tapi hingga saat ini tidak ada pedagang yang bersedia.







Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda