Breaking News
Memuat breaking news...

Ketua DPD Minta RUU Perkoperasian Segera Dirampungkan

Administrator
Administrator
Jumat, 24 Juni 2022 - 6.07 PM WIB
Ketua DPD Minta RUU Perkoperasian Segera Dirampungkan
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Berita):  Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, meminta pemerintah dan DPR RI segera merampungkan Rancangan Undang-Undang , (RUU), Perkoperasian.

LaNyalla pun meminta RUU tersebut menjadi instrumen pelindung bagi koperasi dan pelaku Usaha mikro kecil menengah (UMKM) dari segala kendala maupun ancaman yang datang.

Sebab, hingga saat ini,  koperasi, khususnya Koperasi Simpan Pinjam (KSP) masih menjadi tempat termudah bagi masyarakat, terutama pelaku UMKM, mengakses pembiayaan dan permodalan.

"Pemodalan merupakan faktor yang paling mendesak bagi pelaku UMKM karena pada umumnya modal usaha mereka di bawah 50 juta dan aset yang diagunkan pun bernilai kecil.

Permasalahan yang mereka hadapi adalah tingkat kepercayaan perbankan yang minim, juga kurangnya literasi financial.

Salah satu yang menjadi alternatif pinjaman adalah KSP," kata LaNyalla  melalui relisnya yang diterima di Jakarta, Jumat (24/6/2022).

Namun terkadang keberadaan KSP yang dianggap sebagai ujung tombak perekonomian, faktanya malah mematikan usaha. Dimana ada KSP yang menetapkan bunga maupun biaya administrasi yang besar dan tidak rasional.

Misalnya  pinjaman 40 juta dengan tenor 4 tahun, nasabah hanya menerima 30 juta dan pengembalian menjadi 70 juta.

"Hal ini membuat usaha tidak dapat berkembang. Yang ada malah tercekik karena beban utang yang besar dari pokok pinjaman," ujarnya.

Menurut LaNyalla, kondisi lapangan seperti itulah yang harus dicermati dan dituangkan dengan tepat dalam RUU Perkoperasian nantinya.

"Saya setuju terkait dengan fungsi pengawasan, keberadaan LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) khusus koperasi di dalam RUU Perkoperasian. Lalu adanya aturan sanksi pidana atas praktik-praktik yang merugikan nasabah.

Karena fakta itu tadi, banyak KSP bermasalah, namun tetap beroperasi. Dalam kondisi ini aparat kepolisian harus bisa melakukan tindakan," tukasnya.

Draf RUU Perkoperasian yang tengah disusun Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM), merupakan pengganti dari UU Perkoperasian Nomor 17 Tahun 2012 yang telah dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi. (aya)

Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait