Breaking News
Memuat breaking news...

Kembangkan Inovasi Teknologi, Inalum Tingkatkan Efisiensi Produksi Aluminium

Redaksi
Redaksi
Jumat, 6 November 2026 - 4.24 PM WIB
6
Kembangkan Inovasi Teknologi, Inalum Tingkatkan Efisiensi Produksi Aluminium
Pengumuman Transformation & Improvement Summit (TIS) di Jakarta Kamis (5/11/2026) beritasore.co.od/ist
Reading Comfort
adjust the font size

BATUBARA (beritasore.co.id): Berfokus pada optimalisasi proses peleburan, pemanfaatan teknologi digital, serta penguatan efisiensi operasional perusahaan PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum terus mendorong pengembangan inovasi teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas industri aluminium nasional.

Demikian dikatakan Direktur Utama Inalum Melati Sarnita di Kuala Tanjung Kamis (5/11/2026).

Berbagai inovasi menjadi bagian dari Transformation & Improvement Summit (TIS) 2026 berhasil menghimpun 119 karya inovasi dari 273 inovator di lingkungan Inalum Group pada Selasa 3 November 2026.

Katanya jumlah karya meningkat sekitar 63 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan semakin luasnya kontribusi karyawan dalam mengembangkan solusi untuk mendukung kinerja operasional dan daya saing perusahaan.

Direktur Utama Inalum menambahkan, TIS 2026 adalah optimalisasi parameter bath pada proses peleburan aluminium, yang bertujuan mendukung pengendalian proses produksi secara lebih optimal.

Kemudian Inovasi lainnya berfokus pada optimalisasi sudut eccentric counterweight untuk mengatasi permasalahan keretakan anoda, salah satu komponen yang digunakan dalam proses produksi aluminium.

Pengembangan inovasi juga dilakukan di luar area produksi, termasuk melalui pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam pemodelan keuangan perusahaan serta pengembangan gagasan di bidang energi dan keberlanjutan.

Direktur Utama Inalum Melati Sarnita, menegaskan bahwa inovasi yang dikembangkan harus mampu memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi perusahaan.

Keberhasilan inovasi sesungguhnya bukan ketika sebuah karya memenangkan kompetisi, tetapi ketika karya tersebut memberikan manfaat berkelanjutan sebutnya.Jangan sampai ide terbaik kita hanya tersimpan sebagai dokumen,” ujar Melati.

Dorong Kolaborasi dan Perbaikan berkelanjutan mengusung tema “Innovate to Elevate: Harnessing Technology in Continuous Improvement”, TIS 2026 memperluas cakupan kompetisi dari dua menjadi empat kategori, yakni Teknis Implementasi, Teknis Konseptual, Nonteknis, serta HSE & ESG.119 karya inovasi yang mengikuti penjurian, sebanyak 39 karya berasal dari kategori Teknis Implementasi, 40 karya Teknis Konseptual, 13 karya Nonteknis, serta 27 karya HSE & ESG.

Disebutkannya, TIS 2026 turut melibatkan anak Perusahaan Inalum yakni insan PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) dan PT Indonesia Aluminium Alloy (IAA).TIS Goes to Borneo menghadirkan proses penjurian inovasi di lingkungan PT BAI, di Mempawah, Kalimantan Barat.

Sebanyak 12 karya terpilih mengikuti pameran poster inovasi, sementara delapan karya berkompetisi dalam Grand Final TIS 2026 berlangsung di Kuala Tanjung, Sumatera Utara, pada 3 November 2026.Tahun 2004 TIS pertama diselenggarakan menunjukkan peningkatan partisipasi secara konsisten.

Pada tahun pertamanya, tercatat 6 karya dari 9 inovator.Jumlah tersebut terus meningkat hingga mencapai 119 karya dari 273 inovator pada 2026, sekaligus menjadi capaian tertinggi selama penyelenggaraan.

Sebagai anggota Holding BUMN Industri Pertambangan MIND ID, INALUM terus mendorong pengembangan inovasi yang dapat diterapkan secara nyata dalam proses produksi maupun pengelolaan bisnis perusahaan.

Melalui penguatan budaya perbaikan berkelanjutan, Inalum berupaya meningkatkan efisiensi operasional, produktivitas, serta daya saing industri aluminium nasional.(als)

Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement