Kapal Tanker MT Global 168 Bawa Narkoba 1, 16 TonKapal Tanker MT Global 168 Bawa Narkoba 1, 16 Ton

BELAWAN (beritasore.id): Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menyebutkan, kapal tanker MT Global 168 ditangkap diperairan Selat Malaka karena membawa Narkoba jenis Ketamine hcl yang dibungkus dalam kemasan plastik dengan jumlah 1,16 Ton.
Ada Delapan yang ditetapkan sebagai tersangka, Tujuh orang merupakan warga negara Indonesia dan seorang lagi warga negara asing asal Taiwan.
"Kapal tanker berbendera Mongolia ditangkap oleh Tim gabungan terdiri dari Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, BNN RI, Ditjen Bea & Cukai Ri, Ditpolair Baharkam Polri, dan Polda Sumatera Utara berhasil mengamankan kapal MT Global 168 di perairan Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara selanjutnya menuju Selat Malaka," jelas Jenderal Suyudi Ario Seto, Jumat (23/10) di dermaga Terminal Penumpang Bandar Deli Pelabuhan Belawan, Medan.
Kapolri menegaskan, narkotika jenis Ketamine hcl jika dirupiahkan nilainya sangat fantastis karena mencapai Rp 3, 48 Triliun. "Berdasarkan asumsi harga gelap sebesar Rp 3 juta per gram, nilai ekonomis barang bukti yang disita diperkirakan mencapai Rp 3,48 triliun.
Nilai yang sangat fantastis. Pengungkapan ini menjadi bukti pentingnya kerja sama lintas instansi dalam menghadapi jaringan peredaran narkotika yang memanfaatkan jalur laut internasional," ujar Kapolri.
Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menjelaskan bahwa pengungkapan ini berawal dari adanya dugaan terhadap sebuah kapal dengan nama MT Global 168 yang diduga membawa narkoba. Kapal tanker yang diketahui melalui pemantauan sistem identifikasi otomatis atau AIS sehingga didapati pergerakan kapal MT Global 168 yang dinilai mencurigakan.
Pada Rabu (14/10) Satgas Operasi laut gabungan memantau pergerakan kapal saat itu sedang melintasi Selat Malaka yang sejajar dengan perairan perak Taiping Malaysia. Pada Kamis, (15/10) kapal MT Global 168 mengalami penurunan kecepatan di perairan sebelah barat George Town, Pulau Penang Malaysia.
Kemudian, kapal tersebut terpantau mengarah menuju Selat Malaka bagian Utara. Pukul 18.57 WIB, kapal MT Global 168 terpantau tiba di perairan lepas pantai Utara Aceh.
Selanjutnya, pada Jum'at (16/10/2026) kapal tanker terpantau berada di perairan lepas pantai Palian Thailand dan melakukan manuver memutar, disertai penurunan kecepatan kapal. Sekitar pukul 20.27 WIB, kapal mengubah arah menuju ke selatan area Labuh Jangkar dan melakukan penurunan jangkar.
"Pada Minggu (18/10), sinyal AIS kapal MT Global 168 memperbarui parameter lokasi di area Labuh Jangkar dengan adanya pengaruh pergerakan jangkar atau arus laut," sebut Kapolri.
Selanjutnya, tambah Kapolri, Senin (19/10), sekitar pukul 22.00 WIB, Satgas Operasi laut gabungan melaksanakan koordinasi di kantor Bea dan Cukai Kuala Tanjung Sumatera Utara, untuk menyusun rencana operasi laut gabungan guna mengintersepsi kapal MT Global 168.
"Sekira pukul 23.00 WIB, Satgas Operasi laut gabungan on board menggunakan kapal KP Murai Ditpolair Baharkam Polri dan Kapal BC 20006, yang kemudian berangkat untuk melakukan intersep kapal MT Global 168 yang diduga membawa narkoba sebelum memasuki pelabuhan Port Klang Malaysia," ungkapnya.
Pada Selasa (20/10), berdasarkan hasil monitoring pergerakan kapal MT Global 168, melakukan pergerakan yang relatif lambat dan manuver memutar di perairan Barat Thailand. Kemudian melakukan penjangkaran di kawasan Laut Andaman yang berpotensi menunggu instruksi terkait dengan kegiatan ship to ship.
Satgas gabungan yang on board menggunakan kapal BC tiba di lokasi perairan Tanjung Balai Asahan dan langsung mendekati kapal MT Global 168 untuk melakukan intersep dengan bantuan dari kapal KP Murai Ditpolair Baharkam Polri.
"Tim Gabungan berhasil mencegat dan on board ke kapal MT Global 168 serta mengamankan delapan orang awak kapal terdiri dari 7 orang warga Indonesia dan satu orang warga negara Taiwan," katanya seraya menyebutkan kapal MT Global 168 beserta awak kapal kemudian dikawal menuju Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara.
Setibanya di pelabuhan Belawan, pihaknya pun melakukan interogasi terhadap seluruh awak kapal MT Global 168 dan memeriksa alat komunikasi serta penggeledahan kapal secara menyeluruh.
Dalam penggeledahan tersebut, tim gabungan pun menemukan narkoba jenis Ketamine Hcl sebanyak 58 karung berwarna hijau yang disimpan di Pump Room kapal MT Global 168.
"Terhadap 58 karung tersebut berisikan 1.160 bungkus ukuran 1 kilogram yang disimpan di Pump Room kapal MT Global 168," tutur Kapolri.
Setelah dilakukan identifikasi dan pengujian laboratorium terhadap 1.160 bungkus tersebut menunjukkan hasil positif yang mengandung Ketamine hcl. Dari hasil penyelidikan, Kapal MT Global 168 berbendera Mongolia itu ternyata terdaftar atas nama perusahaan Malaysia, Makmur Marine Petroleum.
Tim gabungan mengidentifikasi perusahaan yang tercatat sebagai pemilik kapal atau register owner bernama Makmur Marine Petroleum, beralamat di Switch 11 dan S12 Lantai 5 Menara TJB, Jalan Syekh Murti Bandar, Johor Baru 8000, Johor, Malaysia.(att)





Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda