K.H. Anwar Kritik Pihak Tertentu ingin Pisahkan Agama Dengan PolitikK.H. Anwar Kritik Pihak Tertentu ingin Pisahkan Agama Dengan Politik

JAKARTA (Berita): Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) K.H Anwar Abbas mengkritik upaya pihak-pihak tertentu yang ingin memisahkan agama dengan politik.
Padahal agama dan politik tidak bisa dipisahkan, karena konstitusi negara diatur berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa.
Kalau agama dianggap momok, itu sengaja dihembuskan oleh orang-orang sekuler, termasuk soal politik identitas itu," katanya.
Menurut Anwar Abbas, justru orang-orang sekuler yang memanfaatkan agama untuk kepentingan politiknya.
Mereka ini begitu sempurna memanfaatkan agama," katanya dalam Gelora Talk bertajuk 'Ramadhan 1444 H di Tahun Politik, Menggelorakan Spritualitas Bangsa', Rabu (22/3/2023) di Jakarta
Sementara itu, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr Abdul Mu'ti menyatakan sependapat dengan Anwar Abbas, bahwa agama dengan politik tidak bisa dipisahkan.
Apalagi jika dilihat dalam konteks Indonesia, dimana agama adalah sumber ajaran dan sumber nilai, sehingga tidak bisa dibuatkan garis demarkasi antara agama dan politik
Saya setuju memisahkan agama dengan politik itu mustahil. Agama itu justru pemandu moral ketika berpolitik," kata Abdul Mu'ti.
Di dalam Ramadhan, lanjut Abdul Mu'ti, adalah pentingnya spiritualitas refreshing di kedepankan.
Sebab, spirilitulitas refreshing di dalam Ramadhan ini tidak hanya mengajarkan menahan makan, minum dan nafsu kita saja, tetapi juga harus bisa menahan diri.
Disinilah pentingnya bulan spiritualitas refreshing, bulan pengendalian diri," katanya.
Dengan Ramadhan ini, lanjut Abdul Mu'ti, pikiran dan jiwa kita akan dibersihkan, sehingga semua orang akan memiliki kedamaian, semangat dan bergelora untuk menjadikan Indonesia ini sebagai negara yang maju.
Ramadhan ini akan menjadikan kita untuk memperkuat ukhuwah, memperkuat kerukunan," katanya.
Tapi kalau sudah shalat sama saja, apalagi kalau berbuka puasa juga bareng.
Artinya, Ramadhan ini adalah sebuah realitas menarik bisa mempertemukan berbagai kalangan yang berbeda-beda pilihan politiknya, berbeda afiliasi, bahkan agamanya," tegas Sekretaris Umum PP Muhammadiyah ini.
Sedangkan Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta Prof Dr KH Nasaruddin Umar berharap dalam bulan suci Ramadhan ini agar semua pihak dapat melunakkan hatinya dan membersihkan jiwanya.
Nasaradudin mengajak semua pihak agar menjadikan Indonesia sebagai Wisata Ramadhan dengan menyemarakkan bulan suci Ramadhan.
Namun, ia mengingatkan agar tidak menyajikan tontotan-tontotan yang tidak baik, karena justru akan melecehkan bulan suci Ramadhan.
Kalau seandainya tahu, kalian pasti lebih banyak menangis daripada ketawa-ketawa.
Mari kita menghargai bulan suci Ramadhan ini, jangan diisi dengan lawakan," katanya. (Rel/aya)







Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda