Jual Kulit Harimau Kepada Polisi, Dua Warga Karo DiringkusJual Kulit Harimau Kepada Polisi, Dua Warga Karo Diringkus

MEDAN (Berita): Hendak menjual kulit Harimau Sumatera (Panthera Tigris) kepada polisi, dua pria warga Kabupaten Karo, Selasa (20/) diringkus oleh personel Sat Reskrim Polrestabes Medan.
Dari kedua tersangka RP ,30, warga Jl. Kesehatan, Padang Mas Kabanjahe Kabupaten Karo dan RR ,41, warga Desa Ujung Deleng, Kecamatan Kuta Buluh Kabupaten Karo, polisi menyita 1 lembar kulit Harimau Sumatera sebagai barang bukti.
Rencananya, selembar kulit Harimau Sumatera tersebut akan dijual dengan harga Rp 13 juta.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol TJS Marbun menyebutkan, pembelian kulit satwa yang dilindungi tersebut dilakukan dengan cara petugas Kepolisian menyaru sebagai pembeli (undercover buy) di penginapan 48 Jl. Jamin Ginting Desa Martelu, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang.
Selanjutnya Tim Reskrim yang menyaru sebagai pembeli menemui kedua pelaku di dalam kamar penginapan," ujar Kapolrestabes Medan didampingi Kasat Reskrim Kompol Jamakita Purba, Selasa (20/2) kepada sejumlah wartawan di Mapolrestabes Medan.
Saat hendak bertransaksi, tambah Kapolrestabes, kedua pelaku langsung diringkus.
Saat diinterogasi, kedua tersangka mendapatkan Harimau Sumatera dari jeratan Babi hutan di ladang kawasan Desa Ujung Deleng, Kecamatan Kuta Buluh, Kabupaten Karo.
Sementara, Staf Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) BBKSDA Sumut, Fitri Noor Ch., S.Hut memastikan bahwa kulit satwa yang diamankan merupakan kulit Harimau Sumatera (Panthera tigris) berjenis kelamin betina.
Diperkirakan masih remaja atau berusia sekitar 3 tahun. "Kulit ini kami pastikan merupakan kulit harimau Sumatera (Panthera tigris)," jelasnya.
Karena perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 40 Ayat (2) Jo Pasal 21 Ayat (2) Undang-Undang (UU) RI Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya Jo Pasal 55,Pasal 56 KUHPidana.(att)








Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda