Jelang Lebaran, Stok Beras BULOG Sumut AmanJelang Lebaran, Stok Beras BULOG Sumut Aman

MEDAN (Berita): Perum BULOG Kantor Wilayah (Kanwil) Sumatera Utara menyatakan kesiapannya menjelang Idul Fitri dengan memastikan kondisi stok dan pasokan beras aman serta cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Sumut.
Ia menyebut dengan ketersediaan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang saat ini tersimpan di gudang Bulog mencapai 52.000 ton. "Stok itu cukup untuk kebutuhan masyarakat hingga empat bulan ke depan pasca Idul Fitri," katanya
Selain itu, BULOG juga menyediakan komoditas bahan pokok seperti gula pasir dan minyak goreng agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.
Budi yang baru beberapa bulan menjabat ini sebelumnya dari Kalimantan Tengah. "Sumut hiruk pikuk kali. Namun salah satu potensi besar karena konsumsinya saling menopang," katanya.
Menurutnya, BULOG hadir dan turut serta mengoptimalkan perannya dalam rangka menjaga Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Provinsi Sumut. Salah satunya dengan pelaksanaan pasar murah kerja sama dengan PT Pos Indonesia, ID Food, BUMN Pangan dan juga Pemerintah Kabupaten/Kota dengan harga terjangkau sekaligus menjaga harga tetap stabil bagi masyarakatnya Sumut, khususnya selama Ramadhan dan Idul Fitri.
Dengan menyediakan beras SPHP yang dijual untuk pasar murah dengan harga Rp58.000 per lima kg, MinyaKita Rp14.700 per liter seharusnya dijual Rp15.000 per liter
Selain pasar murah, di sisi Hulu Perum BULOG Kanwil Sumut juga menjalankan program penyerapan gabah dan beras guna mendukung kesejahteraan petani. Dengan memasuki masa panen raya BULOG aktif melaksanakan penyerapan Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani sebesar Rp6.500 per kg.
Budi menjelaskan penyerapan beras petani juga bertujuan untuk memperkuat cadangan beras pemerintah yang akan digunakan untuk menjaga ketahanan pangan nasional baik dalam situasi darurat maupun untuk pengendalian harga beras di pasar.
BULOG Sumut mendapat target penyerapan beras sebanyak 3 juta ton. Untuk itu, BULOG terus berkoordinasi dengan Dinas Pertanian, Kelompok Tani (Poktan dan Gapoktan), penggilingan serta dukungan dari TNI dan Polri. Selain beras, BULOG juga mendapat tugas serapan gabah (Sergap).
Selama Ramadhan, BULOG dapat tugas sebagai Desaku. Begitu BULOG dapat Desaku maka pabrik dapat kuota ekspor. Kalau dulu selesai konsumen dulu baru dapat kuota








Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda