Breaking News
Memuat breaking news...

Investor Pasar Modal Sumut Capai 1 Juta Lebih, Nomor Satu Di Luar Jawa

Redaksi
Redaksi
Kamis, 10 September 2026 - 11.05 AM WIB
5
Investor Pasar Modal Sumut Capai 1 Juta Lebih, Nomor Satu Di Luar Jawa
Kepala Kantor Perwakilan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Muhammad Pintor Nasution berbicara kepada wartawan di Medan Kamis (10/9/2026). beritasore.co.id/ist
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (beritasore.co.id): investor pasar modal Sumatera Utara meningkat pesat per Juli 2026 mencapai 1.493.064 Single Investor Identification (SID), nomor satu setelah Jawa.

"Peningkatan investor di Sumatera Utara meningkat signifikan yang menjadikannya nomor satu di luar Jawa," kata Muhammad Pintor Nasution, Kepala Kantor Perwakilan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kepada wartawan di Medan Kamis (10/9/2026).

Masyarakat di Kota Medan tetap masih mendominasi investor pasar modal di Sumatera Utara, menyusul daerah lain.

Pintor menjelaskan pada tahun 2012 investor Sumut masih 14.000 SID, sekarang 1.493.064 SiD. Perusahaan yang go publc di bursa (emiten) tahun 2012 masih 3 perusahaan, sekarang per Juli 2026 sudah 12 perusahaan. Tahun ini akan ada lagi perusahan sektor kelapa sawit yang mau listing di bursa.

"Untuk investor dan emiten, Sumut nomor satu setelah Jawa," kata Pintor.

Nomor satu di Indonesia tetap Jawa, nomor dua Sumatera (Sumut yang pegang), Kalimantan, Sulawesi, Bali, NTT/NTB dan Papua.

Pintor memaparkan jumlah investor 1.493.064 SID, paling banyak dari Medan 396.261 SID, Deliserdang 202.644 SID, Langkat 79.797 SID, Simalungun 76.266 SID dan Asahan 59.252 SID.

Menurut Pintor, peningkatan investor itu karena gencarnya pembukaan kantor perwakilan di setiap provinsi. Juga pendirian Galeri Investasi (GI) dulu 200 sekarang secara nasional ada 1.500. Di Sumut sekarang ada 28 didirikan di kampus dan kantor pemerintahan seperti di Langkat dan Tebingtinggi. Tahun ini akan tambah lagi 8 Galeri Investasi.

"Sangat membantu adanya Galeri Investasi di kantor pemerintahan dan online trading sekuritas," katanya.

Pintor menjelaskan gen Z (18-25 tahun) masih mendominasi jumlah investor Sumut sebesar 33,64 persen, usia 26-30 tahun (24,38 persen) dan lebih 31 tahun lebih (24,50 persen).

"Jumlah investor paling banyak yang muda tapi jumlah dana yang kaya usia tua," jelas Pintor.

Sebelumnya ada perusahaan yang mau listing tapi ditolak karena berbagai hal. Sedangkan Bank Sumut mencabut sendiri pendaftaran yang sudah mau listing.

Pintor menyebut sekarang peraturan masuk bursa sangat ketat. Dulu direktur keuangan tak masalah tamatan apa, tapi sekarang harus yang berlatar belakang ekonomi. (wie)

Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait