Breaking News
Memuat breaking news...

Investor Asing Trend Jual Saham

Redaksi
Redaksi
Selasa, 6 Oktober 2026 - 8.58 PM WIB
3
Investor Asing Trend Jual Saham
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (beritasore.co.id): Investor asing menunjukkan kecenderungan jual di pasar saham pada bulan laporan, dengan net sell tercatat sebesar Rp10,24 triliun (Agustus 2026: net buy Rp1,19 triliun).

Kepala Direktorat Komunikasi Publik OJK - Sekar Putih Djarot menyebutkan dalam siaran persnya diterima melalui Kantor OJK Provinsi Sumatera Utara Selasa (6/10/2026).


Di tengah dinamika tersebut, resiliensi dan likuiditas pasar modal domestik terpantau tetap manageable. Dari sisi likuiditas, rata-rata bid-ask spread di pasar saham domestik tercatat di level 1,20 persen, relatif stabil dibandingkan angka bulan sebelumnya (Agustus 2026: 1,17 persen).

Adapun rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) di pasar saham pada periode laporan terpantau termoderasi menjadi sebesar Rp14,94 triliun (Agutsus 2026: Rp15,86 triliun).

Pasar saham domestik bergerak dinamis pada September 2026 seiring meningkatnya volatilitas pasar keuangan global, yang dipengaruhi oleh eskalasi tensi geopolitik dan peningkatan suku bunga global.


Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 6.071,14 per akhir September, terkoreksi 6,96persen secara mtm, sehingga secara kumulatif terkoreksi 29,79 persen secara ytd.

Di pasar obligasi, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) pada akhir September 2026 ditutup pada level 439,05; terkoreksi tipis 0,23 persen mtm dan 0,41 persen ytd.


Adapun yield Surat Berharga Negara (SBN) pada periode yang sama secara rata-rata

mengalami kenaikan sebesar 14,12 bps secara mtm, seiring kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah global dan ketidakpastian global yang masih tinggi.


Sementara itu, investor asing pada pasar SBN membukukan net sell terbatas sebesar

Rp0,34 triliun secara mtm (Agustus 2026: net buy Rp15,35 triliun). Adapun aliran dana investor asing di pasar EBUS korporasi menunjukkan perkembangan positif dengan mencatatkan net buy sebesar Rp0,91 triliun secara mtm (Agustus 2026: net sell Rp0,02 triliun).


Kinerja industri pengelolaan investasi mengalami penyesuaian di tengah dinamika

pasar keuangan yang terjadi selama bulan laporan. Nilai Asset Under Management

(AUM) tercatat Rp1.004,68 triliun per akhir September 2026, terkoreksi 1,55 persen

mtm dan 3,65 persen ytd.

Adapun Nilai Aktiva Bersih (NAB) Reksa Dana tercatat sebesar Rp637,07 triliun, termoderasi 2,42 persen mtm dan 5,66 persen ytd. Adapun

investor Reksa Dana membukukan net redemption sebesar Rp10,43 triliun secara

mtm.


Sejak instrumen Exchange Traded Fund (ETF) Emas diluncurkan pada 10 Agustus 2026, hingga 30 September 2026 terdapat 7 produk ETF Emas yang diterbitkan oleh 7 Manajer Investasi dengan dana kelolaan senilai Rp105,63 miliar.


Jumlah investor di pasar modal dalam negeri terus menunjukkan tren peningkatan, sejalan dengan inisiatif penguatan ekosistem digital di industri pasar modal. Pada September 2026 (mtm), tercatat penambahan investor baru sebanyak 1,03 juta.


Sedangkan secara ytd jumlah investor di pasar modal tumbuh 57,96 persen menjadi

32,17 juta investor.


Sampai dengan akhir September 2026, animo korporasi untuk melakukan penghimpunan dana melalui Penawaran Umum tercatat masih tinggi, dengan total nilai Penawaran Umum secara ytd telah mencapai Rp186,03 triliun, terdiri dari 7 Penawaran Umum Saham Perdana (IPO), 18 Penawaran Umum Terbatas (PUT), 11 Penawaran Umum Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk (EBUS), dan 123 Penawaran Umum Berkelanjutan EBUS.


Sementara pada pipeline, terdapat 29 rencana Penawaran Umum dengan total nilai

indikatif Rp26,47 triliun. Terkait target penghimpunan dana 2026 sebesar Rp250

triliun, realisasi hingga akhir tahun dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti

dinamika pasar, minat investor, serta pertimbangan Emiten dalam menentukan

momentum penerbitan dan biaya pendanaan. (rel/wie)

Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait