Breaking News
Memuat breaking news...

Indonesia Ajak Perkuat Kerja Sama Multilateral Ketahanan Iklim

Redaksi
Redaksi
Kamis, 24 September 2026 - 7.22 PM WIB
4
Indonesia Ajak Perkuat Kerja Sama Multilateral Ketahanan Iklim
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono menghadiri forum “Climate Security Dialogue” di New York, Amerika Serikat, Rabu (23/9). (ant)
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (beritasore.co.id): Indonesia mengajak komunitas internasional untuk memperkuat kerangka multilateral dalam kerja sama terkait ketahanan iklim agar dapat memobilisasi sumber daya yang dibutuhkan untuk mendukung target prioritas nasional masing-masing negara yang tercantum dalam Nationally Determined Contributions (NDCs).

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono menyatakan dalam forum “Climate Security Dialogue yang diselenggarakan di sela Sidang Ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, Rabu (23/9), bahwa Indonesia memandang ketahanan iklim bukan hanya terkait persoalan lingkungan.

Ia mengatakan, ketahanan iklim juga menyangkut kemampuan negara untuk melindungi masyarakat, menjaga mata pencaharian dan aktivitas ekonomi, serta mempertahankan stabilitas di tengah berbagai guncangan akibat krisis iklim.

Ia pun menyoroti bahwa penguatan ketahanan nasional merupakan kunci untuk menghadapi risiko perubahan iklim dan degradasi ekosistem.

“Penguatan adaptasi perlu dilakukan dengan membangun ketahanan lintas sektor, termasuk pangan, air, dan energi,” ujar Sugiono dalam keterangan resmi Kementerian Luar Negeri RI yang diterima di Jakarta, Kamis (24/9).

Pendekatan tersebut tercermin dalam dokumen Second NDC Indonesia yang menempatkan ketahanan pangan, air, dan energi, serta transisi energi sebagai bagian penting dari respons nasional terhadap perubahan iklim.

Sugiono menegaskan bahwa aksi nasional tersebut membutuhkan dukungan kolektif komunitas internasional melalui penyediaan akses terhadap pendanaan konsesional, teknologi, peningkatan kapasitas, dan investasi.

Hal tersebut diperlukan agar negara berkembang dapat merespons risiko iklim secara lebih efektif, termasuk melakukan penilaian risiko dan penguatan kesiapsiagaan iklim.

Climate Security Dialogue merupakan forum untuk bertukar pengalaman dan membahas langkah praktis dalam memperkuat penilaian risiko, kesiapsiagaan, dan aksi bersama dalam menghadapi risiko perubahan iklim dan degradasi ekosistem.

Menlu Sugiono dijadwalkan untuk menyampaikan pernyataan nasional Indonesia dalam sesi Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB pada Sabtu (26/9) sore waktu setempat.

Sejumlah topik yang akan disampaikan antara lain pandangan Indonesia terkait ketahanan global, perdamaian dan keamanan internasional, isu Palestina, penguatan sistem multilateralisme, reformasi PBB, serta penguatan peran negara-negara Global South. (ant)

Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait