Imbas Gejolak Ekonomi Global, 30 Negara Jadi Pasien IMFImbas Gejolak Ekonomi Global, 30 Negara Jadi Pasien IMF

JAKARTA (Berita): Menteri Koordinator Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto menyampaikan ada 30 negara yang menjadi pasien dana moneter internasional (International Monetary Fund/IMF) imbas dari gejolak ekonomi global.
Airlangga merincikan, sebenarnya pasien IMF sejak krisis keuangan Asia di tahun 1998 hanya berjumlah 10 negara.
Namun setelah pandemi Covid-19, pasien IMF meningkat lagi menjadi 30 negara.
Menurutnya, Indonesia sendiri pada saat Pandemi Covid-19 berhasil menghadapi masalah krisis pangan maupun krisis energi. Sehingga Indonesia tidak masuk dalam pasien IMF.
Dia menambahkan, keberhasilan Indonesia itu dibuktikan dengan Purchasing Managers Index (PMI) berada di level ekspansi 52,7.
Di sisi lain, Airlangga menyampaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada posisi kedua terbesar diantara negara-negara G20.
Tak hanya itu, Menko Airlangga menyebut bahwa tingkat pengangguran turut menurun dial angka 5,45.
Dengan begitu, Indonesia berpotensi lepas dari jebakan negara menengah di tahun 2035.
Sementara untuk lebih mendukung pertumbuhan, Menko Airlangga terus mendorong sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ke dalam digitalisasi sistem keuangan agar dapat naik kelas ke level internasional.
Menurut dia, momentum pertumbuhan ekonomi harus terus dijaga, salah satunya adalah memberikan kemudahan akses pembiayaan bagi pelaku UMKM.
Airlangga menuturkan, dari 64 juta UMKM yang ada, sekitar 20 juta UMKM yang sudah on boarding ke digital.







Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda