Breaking News
Memuat breaking news...

Gempur Madina Desak Perda Wilayah Pertambangan Rakyat

Administrator
Administrator
Senin, 31 Oktober 2022 - 6.01 PM WIB
Gempur Madina Desak Perda Wilayah Pertambangan Rakyat
Reading Comfort
adjust the font size

PANYABUNGAN (Berita) Gerakan Mahasiwa Peduli Rakyat Mandailing Natal (Gempur Madina), 'mengepung' Kantor Bupati dan Kantor DPRD Madina, Senin (31/10), untuk menyampaikan aspirasi menyangkut tambang rakyat.

[caption id="attachment_48136" align="aligncenter" width="250"]Sekda Madina Alamulhaq Daulay, SH menerima massa mahasiswa di Kantor Bupati Madina, beritasore/Irham Hagabean Nasution Sekda Madina Alamulhaq Daulay, SH menerima massa mahasiswa di Kantor Bupati Madina, beritasore/Irham Hagabean Nasution[/caption]

Sekda Madina Alamulhaq Daulay, SH dan sejumlah OPD memberi penjelasan. Setelah menerima pernyataan sikap, Gempur kemudian melanjutkan aksi ke Kantor DPRD Mandailing Natal.

[caption id="attachment_48137" align="aligncenter" width="250"]Ketua DPRD Madina Irwan Efendi Lubis, SH menerima kedatangan massa mahasiswa di Kantor DPRD, beritasore/Irham Hagabean Nasution Ketua DPRD Madina Irwan Efendi Lubis, SH menerima kedatangan massa mahasiswa di Kantor DPRD, beritasore/Irham Hagabean Nasution[/caption] DPRD Madina diminta segera membuat Perda Madina terkait izin Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) secara menyeluruh di setiap sektor pertambangan rakyat di Madina.

Massa menegaskan, rakyat terus dihadapkan dengan persoalan menghambat mereka untuk mengeksploitasi hasil alam, salahsatunya tidak ada payung hukum dan regulasi  yang melindungi mereka dalam melakukan aktivitas pertambangan.

Gempur Madina minta Bupati lebih pro-aktif  terwujudnya WTR yang memiliki kepastian hukum serta tercapainya aktivitas pertambangan rakyat berkeadilan.

Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis, SH menerima kedatangan massa di Kantor DPRD Madina. Massa kemudian membubarkan diri. (irh)

Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait