Duh, Cuma Berharap APBD Soal Inprastruktur MadinaDuh, Cuma Berharap APBD Soal Inprastruktur Madina

MADINA (Berita): Menggantungkan harapan ke APBD itu kurang kreatif, karena nilainya sangat terbatas, dana sekira Rp 50 miliar-Rp100 miliar, itu sangat kurang dan akan menghambat laju pertumbuhan ekonomi sebagaimana ditargetkan dalam APBD setiap tahun.
Pernyataan itu disampaikan pengamat ekonomi asal Mandailing Natal Irwan H Daulay.
Dikatakan, selain dari APBN, banyak alternatif jika kita mau berpikir, misalnya dana desa yang jumlahnya lebih dari Rp 300 miliar setiap tahun.
Dana itu, lanjut dia, diakumulasi di Bumdesma setiap kecamatan, dan diberi payung hukum dalam bentuk Perbup agar metode pelaksanaannya jelas dan dapat dipertanggungjawabkan dengan baik
Begitu juga untuk peningkatan ke hotmix banyak sekali upaya untuk pembiayaan, misalnya Pemkab Madina dapat membangun kemitraan dengan pengusaha AMP agar jalan yang sudah dibuka secara bertahap dapat dihotmix dengan pola swakelola dan dengan anggaran yang lebih kecil namun efisien dan mutu tetap terjaga.
Pokonya, ujar tokoh masyarakat asal Madina ini, banyak cara menyelesaikan masalah jika saja kita berani berpikir, "masalahnya kan kita cenderung pasrah dan suka yang instan saja."
Misalnya, lanjut dia, lebih suka DD itu untuk pengadaan bibit yang harganya selangit namun tidak bermanfaat bagi perekonomian masyarakat dalam jangka pendek, begitu juga utk membiayai proyek titipan dari berbagai pihak sehingga DD tersebut bocor.
Pola ini harus kita tinggalkan jika daerah ini mau maju," ujar Irwan Daulay.
Baru Tiga Bulan
Ketika dimintai komentar, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Madina Elpi Yanti Harahap, ST mengungkapkan, sangat setuju.
Dia juga menyampaikan persoalan menyangkut inprastruktur Madina. Terkait jalan retak di Tambangan dan longsoran-longsoran pada pelebaran itu, lanjut Elpi, karena faktor alam bukan kualitas pekerjaan.
Dikatakannya, baru tiga bulan, wajarlah masih banyak sekali harus dibenahi.
Bukan cuma di luar, kata Elpi, di dalam internal PUPR saja banyak sekali pembenahan diperlukan. (irh)







Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda