Breaking News
Memuat breaking news...

Dua Tahun Prabowo, Sumatera Utara Catat Surplus Beras 27.633 Ton

Redaksi
Redaksi
Senin, 2 November 2026 - 12.11 AM WIB
12
Dua Tahun Prabowo, Sumatera Utara Catat Surplus Beras 27.633 Ton
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (beritasore.co.id) : Kinerja sektor pangan Sumatera Utara (Sumut) menunjukkan capaian positif selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Sejumlah komoditas pertanian utama mencatatkan surplus produksi, bahkan stok beras di provinsi tersebut mencapai kelebihan 27.633 ton dibandingkan kebutuhan masyarakat.

Capaian tersebut terungkap dalam diskusi bertajuk "Dua Tahun Pemerintahan Prabowo: Swasembada Pangan dan Nasib Petani Sumatera Utara" yang diselenggarakan DPW Koalisi Muslim Milenial (KOMUNAL) Sumatera Utara di Hotel Cordela Medan, Sabtu (31/10).

Sebagai informasi, diskusi tersebut diawali dengan penampilan musikalisasi puisi dan stand up comedy oleh Adellya Rosari Siregar dan M. Yasir Harahap. Selanjutnya forum dibuka oleh Ketua Umum KOMUNAL, Rusdi Anshori Harahap, serta dihadiri aktivis muda Sumatera Utara dari berbagai kalangan.

Koordinator Sumut Bergetar, Maulana Ginting, memaparkan berdasarkan data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara, produksi beras hingga Oktober 2026 mencapai 144.066 ton. Sementara kebutuhan masyarakat tercatat 116.433 ton.

"Per Oktober 2026, kebutuhan beras Sumut 116.433 ton, sementara produksinya 144.066 ton. Kita surplus 27.633 ton. Cabai merah, kebutuhannya 9.855 ton, produksinya 14.213 ton. Kemudian cabai rawit, kebutuhan 3.712 ton, produksinya 7.514 ton," kata Maulana.

Selain surplus berbagai komoditas pangan, Maulana juga menyoroti peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP) Sumatera Utara yang mencapai 157,97. Angka tersebut berada di atas NTP nasional sebesar 131,11.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi salah satu indikator perkembangan sektor pertanian dan kondisi ekonomi petani di Sumatera Utara.

Rektor Universitas Labuhanbatu, Ade Parlaungan Nasution, turut mengapresiasi sejumlah capaian pemerintah di sektor pangan. Meski demikian, ia menilai evaluasi tetap diperlukan, khususnya terkait data kesejahteraan petani perkebunan.

"Angka NTP meningkat, namun belum dikeluarkan data petani perkebunan. Tapi memang kita apresiasi Pak Prabowo menggeser paradigma pembangunan dari yang tadinya kapitalistik kepada sosialistik," ujar Ade.

Sementara itu, pengurus Tani Merdeka Sumatera Utara, Desi Novita, menyebut Sumatera Utara memiliki potensi besar untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Kekayaan sektor pertanian, hortikultura, perikanan, dan perkebunan menjadi modal penting dalam memperkuat produksi pangan.

Ia mengatakan hasil pertanian Sumatera Utara tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat setempat, tetapi juga dipasarkan ke provinsi lain hingga menembus pasar ekspor.

Tokoh pemuda Sumatera Utara, Surya Kurniawan, juga menyoroti kebijakan pemerintah menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk sebesar 20 persen.

Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meringankan beban biaya produksi petani.

"Kebijakan pemerintah menurunkan HET pupuk sebesar 20 persen itu perlu kita apresiasi. Dan tadi disampaikan NTP petani kita naik. Anak-anak muda perlu mengetahui ini dan terus mengawal perbaikan demi perbaikan di nega

ra kita," kata Surya. (edr)

Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement