Dua Sungai Di Madina Meluap, Lima Desa TerendamDua Sungai Di Madina Meluap, Lima Desa Terendam

PANYABUNGAN (beritasore.co.id): Hujan yang mengguyur wilayah Mandailing Natal (Madina) beberapa hari ini, membuat Aek Rantopuran & Aek Kitang meluap dan mengakibatkan Lima desa di Kecamatan Panyabungan Dilanda Banjir, sejak Kamis Malam (29/10/2026) hingga Jumat(30/10).
Kelima desa yang Terendam tersebut adalah Desa Saba Jambu, Desa Manyabar, Desa Manyabar Jae, Desa Pagaran Tonga dan Desa Gunung Manaon semuanya di Kec.Panyabungan.
Berdasarkan keterangan dari Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Madina Mukhsin Nasution, Jum'at (30/10/2026) mengatakan bahwa luapan sungai Ranto Puran sempat merendam 5 (Lima) Desa di Kecamatan Panyabungan.
Mukhsin Juga memaparkan bahwa di 3 Desa debit air luapan sungai Ranto Puran sudah surut dan warga telah kembali ke rumah masing - masing untuk membersihkan material lumpur yang dibawa luapan air.
Lebih lanjut diungkapkan bahwa hingga Pagi Jum'at (30/10/2026) masih terdapat 2 Desa yang dialiri luapan sungai Ranto Puran, akibat adanya tanggul yang jebol
Dan saat ini BPBD Madina telah berkoordinasi dengan PUPR Madina untuk melakukan penanganan tanggul jebol agar la
luapan air tidak lagi masuk ke Desa Pagaran Tongan dan Gunung Manaon.
"Pagi ini masih ada dua desa yang dialiri luapan sungai Ranto Puran, akibat adanya tanggul jebol, saat ini Kita sudah turunkan alat berat untuk menangani tanggul jebol agar luapan air tidak lagi masuk ke pemukiman warga" Ungkap Mukhsin Nasution.
Akibat luapan sungai Ranto Puran warga sempat mengungsi ke rumah - rumah yang posisinya berada lebih tinggi dan tidak terendam banjir, untuk kebutuhan korban luapan banjir BPBD Madina telah menyiapkan dapur umum, dan pembersihan rumah ibadah serta rumah warga telah mulai ditangani oleh BPBD Madina dengan Sat Pol PP Damkar Madina.
Lahan Pertanian Terdampak Banjir
Banjir luapan sungai Ranto Puran yang melanda 5 Desa di Kecamatan Panyabungan tidak hanya mengenai pemukiman warga, disejumlah tempat turut terkena lahan pertanian warga sehingga terancam akan mengalami gagal tanam dan gagal panen.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas (Kadis) Pertanian dan Peternakan Madina, Syail Lubis yang dikonfirmasi, mengatakan bahwa untuk luas lahan pertanian warga terdampak banjir masih dalam tahap pendataan.
"Saya sudah arahkan Anggota untuk turun ke lapangan melakukan pendataan berapa luas lahan terdampak banjir luapan Sungai Ranto Puran" jelasnya(Kdr)






Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda