Cerita Taman Panyabungan Dan Tumpukan Sampah 'ManyomakCerita Taman Panyabungan Dan Tumpukan Sampah 'Manyomak
Administrator
Kamis, 1 Desember 2022 - 10.29 PM WIB

Reading Comfort
adjust the font size
SEJUMLAH warga melihat onggokan sampah di beberapa sudut Taman Panyabungan. Ada yang menggelengkan kepala. Mulai dari botol plastik, kantongan plastik, sampai potongan rumput ditumpuk begitu saja. 'Manyomak.'
Terlihat, beberapa tumpukan sampah bekas dibakar. Tak nampak tong sampah di situ. Areal taman sangat mengganggu pandangan, taman seharusnya memancarkan keindahan, keasrian dan kebersihan.
Sebagai organisasi perangkat daerah (OPD), Dinas Lingkungan Hidup Mandailing Natal juga mengurusi bidang pertamanan dan kebersihan, dua bidang berkaitan langsung dengan masyarakat.
[caption id="attachment_50017" align="aligncenter" width="250"]
Sampah 'manyomak' di beberapa sudut Taman Panyabungan, sangat mengganggu pandangan.beritasore/Irham Hagabean Nasution[/caption]
"Iya, kan, sudah dibabat [Taman Panyabungan, red]. Kolam di air mancur segera kita kuras, kita bersihkan," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Madina Khairul, ST menjawab waspada.id dan beritasore.co.id di ruang kerjanya, Kamis (28/11).
Dijelaskannya, kendati izin pemanfaatan lahan Pemprovsu belum jelas, pemeliharaan taman terus dilakukan. Yang membuat Khairul seperti geregetan melihat tumpukan sampah di areal Taman Panyabungan.
"Mungkin, ada orang yang menjelek-jelelekkan, memperburuk suasana, siapa yang membuang sampah di situ?," ujar Khairul, seraya menceritakan kondisi sama di depan satu hotel di inti kota. Seperti sabotase?
"Padahal, tempat itu bukan tempat buang sampah. Kemarin sedikit, kita bersihkan, hari lain malah tumpukan sampah makin banyak," tambahnya lagi.
Khairul mengungkapkan, ini bukan semata-mata urusan pemerintah, harus bersama-sama menggugah masyarakat untuk menciptakan kebersihan lingkungan, memberi andil dan ikut berperan aktif pengelolaan sampah di daerah masing-masing.
"Kalau kami, kan, untuk mengangkut sampah yang ada, yang sudah ditentukan tempatnya. Itu, kan, kewenangan urusan merekalah, yang mengedukasi masyarakat," ujar Khairul.
Sebenarnya, kata dia, di situlah keikutsertaan masyarakat, proaktiflah dalam membantu pemerintah dalam menyelesaikan persoalan sampah.
"Pemerintah getol, sangat responsif, menyelesaikan persoalan sampah. Di PAPBD 2022 yang sangat singkat diberi 2 armada, 3 ambrol dan bak sampah. Sekarang, dalam proses pengadaan," ujar Khairul, ST. ***Irham Hagabean Nasution *** (bersambung)
Sampah 'manyomak' di beberapa sudut Taman Panyabungan, sangat mengganggu pandangan.beritasore/Irham Hagabean Nasution[/caption]
"Iya, kan, sudah dibabat [Taman Panyabungan, red]. Kolam di air mancur segera kita kuras, kita bersihkan," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Madina Khairul, ST menjawab waspada.id dan beritasore.co.id di ruang kerjanya, Kamis (28/11).
Dijelaskannya, kendati izin pemanfaatan lahan Pemprovsu belum jelas, pemeliharaan taman terus dilakukan. Yang membuat Khairul seperti geregetan melihat tumpukan sampah di areal Taman Panyabungan.
"Mungkin, ada orang yang menjelek-jelelekkan, memperburuk suasana, siapa yang membuang sampah di situ?," ujar Khairul, seraya menceritakan kondisi sama di depan satu hotel di inti kota. Seperti sabotase?
"Padahal, tempat itu bukan tempat buang sampah. Kemarin sedikit, kita bersihkan, hari lain malah tumpukan sampah makin banyak," tambahnya lagi.
Khairul mengungkapkan, ini bukan semata-mata urusan pemerintah, harus bersama-sama menggugah masyarakat untuk menciptakan kebersihan lingkungan, memberi andil dan ikut berperan aktif pengelolaan sampah di daerah masing-masing.
"Kalau kami, kan, untuk mengangkut sampah yang ada, yang sudah ditentukan tempatnya. Itu, kan, kewenangan urusan merekalah, yang mengedukasi masyarakat," ujar Khairul.
Sebenarnya, kata dia, di situlah keikutsertaan masyarakat, proaktiflah dalam membantu pemerintah dalam menyelesaikan persoalan sampah.
"Pemerintah getol, sangat responsif, menyelesaikan persoalan sampah. Di PAPBD 2022 yang sangat singkat diberi 2 armada, 3 ambrol dan bak sampah. Sekarang, dalam proses pengadaan," ujar Khairul, ST. ***Irham Hagabean Nasution *** (bersambung)Topik
No topics for this article yet.
Berita Terkait







Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda