Breaking News
Memuat breaking news...

Cegah Persaingan Usaha Tidak Sehat, KPPU Tingkatkan Kolaborasi dengan Bea Cukai

Administrator
Administrator
Rabu, 8 Mei 2024 - 4.24 PM WIB
4
Cegah Persaingan Usaha Tidak Sehat,  KPPU Tingkatkan Kolaborasi dengan Bea Cukai
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Berita): Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) M Fanshurullah Asa menemui Direktur Jenderal Bea Cukai Askolani tingkatkan kolaborasi dengan Bea Cukai untuk mencegah persaingan tidak sehat akibat impor produk secara ilegal.

Deswin Nur, Kepala Biro Hubungan

Masyarakat dan Kerja Sama KPPU dalam siaran persnya diterima Rabu (8/5/2024) mengatakan Kolaborasi itu untuk mensinergikan tugas kedua Lembaga demi efisiensi dan kemajuan perekonomian nasional, khususnya dalam mencegah persaingan usaha tidak sehat seperti predatory pricing sebagai akibat impor produk secara ilegal.

Pertemuan tersebut dilaksanakan Selasa (7/5/2024) di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) di Jakarta. Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Anggota KPPU Budi Joyo Santoso dan beberapa pejabat Sekretariat KPPU dan DJBC.

Sebagai informasi, KPPU dan DJBC telah menjalin kerja sama formal sejak tahun

2017 melalui nota kesepahaman dengan antara KPPU dan Kementerian Keuangan RI. Kerja sama tersebut utamanya ditujukan untuk meningkatkan upaya pencegahan dan penegakan hukum persaingan usaha melalui pertukaran data dan informasi.

Tercatat berbagai kegiatan pertukaran data telah dilaksanakan dalam berbagai kasus yang ditangani KPPU, utamanya di sektor pangan dan perikanan.

KPPU juga menggarisbawahi pentingnya pengawasan kemitraan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan eksportir dalam memasuki pasar global.

Kedua Lembaga juga mengangkat pentingnya sinergi dalam menjaga pelaku UMKM

dari fenomena masuknya barang murah melalui impor, khususnya oleh transaksi elektronik melalui lokapasar (marketplace).

Keberadaan lokapasar akan mempercepat barang masuk ke Indonesia dan dapat mempersulit pengawasan. Askolani menggarisbawahi adanya peningkatan jumlah dokumen impor yang sangat signifikan selama beberapa tahun terakhir.

Ironisnya sebagian besar harga barang per unit yang diimpor sangat rendah, sehingga

sangat berpotensi mengganggu UMKM nasional.

Untuk mengatasi hal tersebut, KPPU dan

DJBC akan terus saling bertukar informasi dan aktif melakukan diskusi terkait berbagai temuan lapangan. (rel/wie)

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait