Breaking News
Memuat breaking news...

Bupati Tapsel Minta Pengelola SPPG Belanja Bahan Lokal

Redaksi
Redaksi
Jumat, 1 Mei 2026 - 5.24 AM WIB
Bupati Tapsel Minta Pengelola SPPG Belanja Bahan Lokal
Keterangan Gambar Bupati Tapsel, Gus Irawan Pasaribu, resmikan SPPG MBG di Angkola Muaratais. (Ist)
Reading Comfort
adjust the font size

TAPSEL (beritasore.co.id): Bupat i Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, meminta pihak pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makanan Bergizi Gratis (MBG) lebih mengutamakan berbelanja bahan-bahan lokal daripada keluar daerah.

"Agar perputaran ekonominya lebih terasa di masyarakat sekitar atau perputaran uangnya tetap di Tapsel, saya minta agar bahan-bahan yang diolah tetap mengutamakan produksi lokal. Seperti beras, sayur, daging, ikan dan lainnya," tegas Bupati Gus Irawan.

Bupati Tapsel menegaskan itu pada peresmian SPPG Kelurahan Bintuju, Kecamatan Angkola Muaratais, Kamis (30/4/2026). Harapan ini juga berlaku bagi seluruh SPPG yang ada di Tapsel.

Di kesempatan itu, Bupati Tapsel menegaskan bahwa program pemenuhan gizi semakin dibutuhkan di tengah kondisi daerah yang masih menghadapi dampak bencana alam.

Sebab, sektor pertanian sebagai penyumbang sekitar 43 persen pertumbuhan ekonomi daerah menjadi sektor paling terdampak akibat banjir. Ribuan hektare sawah gagal panen serta rusaknya lahan pertanian dan kolam masyarakat.

“Dalam situasi pascabencana, kebutuhan masyarakat semakin besar. Karena itu program makan bergizi gratis ini bukan hanya soal makanan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi daerah,” jelas Bupati Tapsel

Gus Irawan menilai program MBG memiliki dampak ekonomi yang sangat besar. Jika seluruh dapur MBG beroperasi penuh, diperkirakan lebih dari Rp400 miliar per tahun akan berputar di Tapsel melalui pembelian bahan pangan lokal dan penggajian tenaga kerja.

“Program ini harus kita percepat. Semakin cepat dapur beroperasi, semakin cepat uang berputar di desa-desa dan ekonomi masyarakat bangkit kembali,” tegasnya.

Ia berharap SPPG Bintuju dapat menjadi role model bagi pengembangan dapur MBG lainnya, khususnya di wilayah terpencil, terdepan dan tertinggal (3T) yang sangat membutuhkan dukungan pemenuhan gizi.

Kepala SPPG Bintuju, Martua Alfiansyah Harahap, menyampaikan bahwa dapur MBG bukan sekadar tempat memasak, melainkan pusat layanan gizi yang mengedepankan kualitas, higienitas, serta penggunaan bahan pangan lokal.

Saat ini dapur SPPG Bintuju telah beroperasi hampir dua minggu dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 1.723 siswa dari beberapa sekolah di wilayah Angkola Muaratais.

“Kami berkomitmen memenuhi standar gizi yang ditetapkan Badan Gizi Nasional agar anak-anak tumbuh sehat, cerdas, dan mampu menjadi generasi emas Indonesia 2045,” ujarnya.

Ia juga berharap sinergi antara pemerintah, sekolah, masyarakat, dan relawan terus terjalin demi keberlanjutan program tersebut. (wmi)

Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait