Bupati Dolly Kenalkan Kearifan Lokal Masyarakat HatabosiBupati Dolly Kenalkan Kearifan Lokal Masyarakat Hatabosi

TAPSEL (Betita): Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) Dolly Pasaribu mengatakan komunitas Hatabosi telah berada sejak ratusan tahun lalu hingga kini.
Hatabosi singkatan dari masyarakat Desa Haunatas, Desa Tanjung Rompa, Desa Bonan, dan Desa Siranap dikenal akan kearifan lokal dari komunitas masyarakatnya.
Penghargaan ini, katanya merupakan hasil kerjasama dan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Tapsel dengan beberapa LSM/NGO seperti FORINA (Forum Orangutan Indonesia), JAMM, dan SHI (Sarekat Hijau Indonesia) Sumatera Utara, lalu yang menjadi pengusul pada saat itu adalah FORINA (Forum Orangutan Indonesia).
Dolly menjelaskan, sejak ratusan tahun lalu sampai sekarang, Komunitas Hatabosi telah melindungi kawasan hutan, yakni Cagar Alam Sibual-buali dan sumber air untuk kebutuhan masyarakat Desa Haunatas, Desa Tanjung Rompa, Desa Bonan, dan Desa Siranap.
Komunitas Hatabosi memiliki sistem manjago bondar atau mantari bondar, yang menjaga hutan dan tali air secara turun temurun.
Pengukuhan tradisi dengan adat-istiadat ini, juga dilakukan dengan nasihat yang diwariskan dari generasi ke generasi. Tidak tertulis namun selalu menjadi filosofi dan landasan mereka menjaga air dan hutan.
“Sian harangan ni do mual ni aek ta, sian aeki do mual ni halonguan ta (berasal dari hutan itulah sumber air kita dan berasal dari air itulah sumber kehidupan kita)," ucap Dolly.
Dolly yang juga alumni Universitas Sumatera Utara (USU) mengajak mahasiswa agar mengunjungi dan berinteraksi dengan masyarakat yang ada di Hatabosi dan beberapa objek wisata, untuk memperkaya pengetahuan dan wawasan.
Sementara, Rektor USU Dr Muryanto Amin SSos MSi diwakili Dosen Modul Nusantara Ameilia Zuliyanti Siregar MSc PhD mengucapkan terima kasih, atas sambutan, bimbingan dan kuliah umum yang diberikan Bupati kepada mahasiswa.







Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda