Breaking News
Memuat breaking news...

BI Yakin Ekonomi Sumut 2026 Lebih Baik Dari 2025

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 8 Agustus 2026 - 12.12 AM WIB
4
BI Yakin Ekonomi Sumut 2026 Lebih Baik Dari 2025
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Ameriza M Moesa (dua kanan, pada Bincang Bareng Media di Medan Jumat (7/8/2026). beritasore.comid/laswie wakid
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (beritasore.co.id): Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Ameriza M. Moesa meyakini pertumbuhan ekonomi daerah ini sampai akhir tahun 2026 akan lebih baik dari tahun 2025.

"Kami yakin ekonomi Sumatera Utara bisa tumbuh 4,9 - 5,7 persen," kata Ameriza kepada wartawan di Medan Jumat (7/8/2026) sore.

Ameriza yang baru Juni 2026 menjabat Kepala Perwakilan BI Sumut menggelar Bincang Bareng Media (BBM) dengan wartawan di Eazy Eat Jalan Sriwijaya Medan.

Bersamanya hadir sebagai narasumber Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Iman Gunadi, Kepala Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumut,Yovvi Sukandar dan Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II Ditjen Perbendaharaan (DJPB) Sumut), Edy Purwanto.

Ameriza menjelaskan ekonomi Sumut pada triwulan II 2026 sebesar 5,06 persen, meningkat dibanding posisi sama tahun 2025 sebesar 4,98 persen. Sedangkan secara nasional, pertumbuhannya di triwulan II 2026 sebesar 5,29 persen, melambat dari triwulan sebelumnya. "Ekonomi Indonesia didorong oleh konsumsi dan investasi," jelasnya.

Dia mengakui secara global, prospek ekonomi dunia berada di kisaran 3,5 persen. Hampir semua negara mengalami perlambatan ekonomi seperti Tiongkok di atas 5 persen, tapi tahun ini berada di 4,6 persen. Begitu pula negara lainnya yang juga melambat seperti Eropa, India dan Jepang.

Namun di Sumut dengan pertumbuhan 5,06 persen di triwulan II 2026 ini didorong oleh ekspor. Meski rupiah melemah dan dolar AS naik, tapi masih untung dari ekspor dengan ikon komoditi yang menarik yakni CPO

Menurutnya, CPO ini merupakan komoditi unggulan. Jadi begitu CPO naik maka cepat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi daerah ini. "Sumut beruntung karena pertumbuhannya meningkat," kata Ameriza.

Memang faktor yang mendongkrak ekonomi Sumut selain produk CPO dengan harga kompetitif. Masih berlanjut proyek-proyek pemerintah. Banyaknya even besar di Sumut seperti pelaksanaan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) dan turnamen sepak bola internasional Piala AFF U-19 2026 (ASEAN U-19 Boys' Championship).

Apalagi kalau Medan tuan rumah Meeting, Incentive, Conference, and Exhibition (MICE), ekonomi terus bergerak. "Inilah salah satu faktor pertumbuhan ekonomi Sumut lebih baik dari tahun 2025," kata Ameriza.

Upaya lain untuk pertumbuhan ekonomi dengan lancarnya investasi masuk ke Sumut. North Sumatra Invest merupakan salah satu upaya mendorong investasi. Sampai triwulan II 2026, peningkatan investasi cukup signifikan.

Ameriza memyebut upaya mendorong investasi yakni bidang industri mengolah proses hilirisasi komoditi, peningkatan pariwisata. Saat ini sedang dikaji dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjadikan kawasan Danau Toba sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sekaligus kerja sama mempromosikan paket-paket wisata.

"Kalau wisata meningkat, banyak turis datang ke sini," tutupnya. (wie)

Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait