Arab Saudi Tegaskan Pentingnya Hubungan Strategis Dengan IndonesiaArab Saudi Tegaskan Pentingnya Hubungan Strategis Dengan Indonesia

JAKARTA (beritasore.co.id) : Duta Besar (Dubes) Arab Saudi untuk Indonesia Faisal Abdullah Al Amoudi menegaskan bahwa hubungan Arab Saudi dan Indonesia merupakan hubungan yang sangat strategis dan memiliki arti penting bagi kedua negara.
Pernyataan tersebut disampaikan usai menghadiri pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8).
'Hubungan antara Arab Saudi dan Indonesia merupakan hubungan yang sangat strategis dan erat. Kerja sama kedua negara mencakup berbagai sektor, antara lain sektor keagamaan, investasi, perdagangan, serta berbagai bidang lainnya,” kata Dubes Al Amoudi.
Dubes Arab Saudi juga menyampaikan ucapan selamat kepada Indonesia serta salam terbaik dari Penjaga Dua Masjid Suci kepada Presiden Prabowo Subianto, pemerintah, dan seluruh rakyat Indonesia.
"Selamat untuk Indonesia. Kami menyampaikan salam dan penghormatan terbaik dari Penjaga Dua Masjid Suci. Semoga Allah memberkahi Indonesia, Bapak Presiden Prabowo, pemerintah, dan seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.
Hubungan Indonesia dan Arab Saudi yang resmi terjalin sejak 1 Mei 1950 didasarkan pada ikatan keagamaan, persaudaraan, kerja sama haji dan umrah, serta kemitraan strategis di bidang ekonomi, energi, dan investasi senilai miliaran dolar.
Menurut data Sekretariat Presiden pada 2025, nilai perdagangan antara Indonesia dan Arab Saudi dalam lima tahun terakhir mencapai sekitar 31,5 miliar dolar AS (sekitar Rp561,5 miliar), yang menjadikan Arab Saudi sebagai mitra dagang utama Indonesia di kawasan.
Sementara itu, dalam penyampaian pidato kenegaraan, Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa dunia sedang menghadapi konflik geopolitik, perang dagang, perang terbuka di Eropa, di Timur Tengah, dan berbagai tempat lain di dunia. Seluruh dunia mengalami gangguan rantai pasok dan tekanan ekonomi, lanjutnya.
Presiden kemudian menekankan bahwa dalam keadaan tersebut, Indonesia harus semakin mampu berdiri di atas kaki sendiri, agar jika nantinya dunia mengalami gejolak yang lebih dalam, Indonesia dapat bertahan.
"Kita harus bisa mandiri, kita tidak boleh bergantung pada pihak-pihak dari luar karena kalau situasi tiba-tiba berubah ke arah yang lebih jelek, kita harus tetap survive,” kata Prabowo. (ant)








Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda