Aktivis 98 Sarankan PKB-Golkar Bentuk Koalisi BaruAktivis 98 Sarankan PKB-Golkar Bentuk Koalisi Baru

Medan (Beriat): Kordinator Forum Aktivis 98 Sumut Ikhyar Velayati menyarankan PKB dan Golkar membentuk koalisi baru dalam Pilpres 2024 daripada harus bersusah payah menyatukan dua poros koalisi yang mustahil bisa terwujud
Sebelumnya ada pertemuan antara Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar beserta pengurus masing-masing partai di Restoran Plataran, Jakarta, rabu (3/5/2023) siang.
Pertemuan tersebut melahirkan wacana penyatuan dua poros koalisi, yaitu poros Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) dan Poros Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).
PKB dan Partai Golkar mengambil peran inisiator sekaligus bertanggung jawab mengkomunikasikannya dengan Parpol lain agar wacana koalisi besar tersebut bisa terwujud.
Menurut ikhyar koalisi Golkar dan PKB lebih realistis di bentuk karena kepentingan politiknya lebih mudah di kompromikan
Sementara wacana penyatuan dua koalisi atau koalisi besar menurut ikhyar sangat susah terwujud di sebabkan kepentingan anggota koalisi yang tidak terdamaikan
Memang Wacana pembentukan koalisi besar yang mencoba menyatukan koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) yang di gawangi Gerindra-PKB dan poros koalisi Indonesia bersatu yang berisi Partai Golkar, Partai amanat Nasional dan PPP mulai mengalami jalan buntu.
Partai Golkar dan PKB yang berperan menjadi penggerak guna menjalin komunikasi dengan Partai lain justru mulai berbenturan kepentingan
dan saling klaim lebih layak untuk mendampingi Prabowo sebagai cawapres.
Polemik siapa cawapres Prabowo yang lebih layak muncul paska pertemuan Tim Kecil dari PKB yang di wakili Faisol Reza dan Nusron Wahid mewakili Partai Golkar di Restoran Pulau Dua, Senayan,Jakarta,Rabu (10/5/2023).
Ketua Bappilu PKB, Faisol Reza, menegaskan pihaknya ingin ketua umum mereka, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), menjadi cawapres Prabowo Subianto. Jika Cak Imin jadi cawapres Prabowo, kata Faisol, ia berharap Ketua Golkar, Airlangga Hartarto, bisa menjadi ketua pemenangan.
Sementara Ketua DPP Partai Golkar Nusron Wahid mengakui partainya telah mengajukan proposal agar Airlangga Hartarto bisa ditunjuk menjadi calon wakil presiden (cawapres).
Proposal itu telah diajukan kepada Prabowo Subianto. Nusron mengatakan proposal itu diharapkan dapat diterima partai politik yang tergabung dalam koalisi besar.
Oleh karena itu menurut Ikhyar konsentrasi aja koalisi Golkar-PKB, selain lebih mungkin juga akan mengakselerasi dinamika politik dan peta pilpres semakin mengkerucut
Mantan aktivis 98 yang beberapa kali di tahan di era Orba tersebut juga mengatakan lahirnya koalisi antara Golkar-PKB dengan paket Capres/Cawapres Cak Imin - Erlangga atau sebaliknya akan membuat peta politik akan semakin dinamis dan mengkerucut, hal ini sangat menguntungkan bagi iklim demokrasi karena banyak banyak opsi capres/cawapres yang akan di pilih masyarakat dengan segala kelebihan dan kelemahannya.
Ikhyar melanjutkan " Pertarungan dalam koalisi tinggal memperebutkan siapa cawapres yang bisa berkontribusi dalam membantu perolehan suara dalam pilpres 2024".(Rel).







Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda