2026 BI Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7 Persen2026 BI Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7 Persen

JAKARTA (beritasore.co.id): Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 berada dalam kisaran 4,9–5,7 persen.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti didampingi Dewan Gubernur BI lainnya mengatakan usai RDG secara online (YouTube dan Instagram) Rabu (23/9/2026).
Siaran pers Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Ramdan Denny Prakoso yang dirilis di website BI menyebutkan Kamis (24/9/2026). Prospek perekonomian global belum kuat disertai dengan ketidakpastian pasar keuangan yang tetap tinggi. Tensi perang di Timur Tengah yang kembali meningkat semakin mendorong tingginya harga minyak yang sempat menyentuh 132 dolar AS per barel sebelum kemudian kembali turun ke level di bawah USD100 per barel pada 22 September 2026.
Harga berbagai komoditas dunia turut mengalami kenaikan. Pertumbuhan ekonomi global 2026 diprakirakan masih lemah sekitar 3,0 persen dan diikuti tekanan inflasi yang meningkat menjadi sekitar 4,6 persen.
Kebijakan moneter global menjadi lebih ketat, termasuk kenaikan suku bunga kebijakan moneter Amerika Serikat (AS), Fed Funds Rate (FFR), menjadi 3,75-4,00 persen pada September 2026 dengan kemungkinan peningkatan kembali yang masih tinggi.
Imbal hasil (yield) US Treasury juga meningkat seiring ekspektasi kenaikan FFR dan defisit anggaran Pemerintah AS yang besar. Preferensi investor global terhadap investasi portofolio ke negara Emerging Markets tertahan dan berdampak pada tetap kuatnya indeks mata uang dolar AS terhadap negara maju dan negara berkembang.
Kondisi ini mengharuskan penguatan respons dan sinergi kebijakan fiskal dan moneter guna memperkuat ketahanan eksternal, menjaga stabilitas, dan mendorong pertumbuhan ekonomi domestik. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga baik dan perlu terus didorong dengan mengoptimalkan berbagai sumber pertumbuhan ekonomi. Perkembangan terkini menunjukkan konsumsi rumah tangga tetap terjaga ditopang besarnya berbagai stimulus fiskal Pemerintah serta mulai menguatnya keyakinan dan ekspektasi penghasilan konsumen.
Investasi juga tetap tumbuh baik terutama ditopang oleh investasi Pemerintah di tengah peran investasi swasta yang perlu terus ditingkatkan. Dari eksternal, kinerja ekspor nonmigas meningkat sejalan dengan peningkatan permintaan beberapa negara, meskipun berbagai upaya perlu terus diperkuat guna mengoptimalkan dampak kenaikan harga komoditas ekspor.
"Ke depan, pertumbuhan ekonomi diprakirakan tetap baik, didukung implementasi berbagai program stimulus," kata Destry.
Pemerintah, keyakinan pelaku ekonomi yang membaik, serta optimalisasi berbagai sumber pertumbuhan ekonomi. Bank Indonesia terus memperkuat bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran yang bersinergi erat dengan kebijakan Pemerintah untuk menjaga stabilitas dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dan berdaya tahan. (wie)









Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda