BPS Perluas Pemanfaatan Big Data Melalui Citra Satelit, e-Commerce Dan MedsosBPS Perluas Pemanfaatan Big Data Melalui Citra Satelit, e-Commerce Dan Medsos

MEDAN (Berita): Peran Badan Pusat Statistik (BPS) selanjutnya adalah memperkuat transformasi ekonomi nasional, dimana harus bisa melakukan perluasan pemanfaatan big data melalui citra satelit, e-commerce, media sosial sebagai penunjang statistik resmi.
Kepala Bagian Umum BPS Sumut, Rahmat Gustiar mengatakan hal itu pada Sosialisasi Indikator Makro Sumatera Utara Semester I 2024, di Le Polonia Convention Medan, Senin (8/7/2024).
Sosialisasi yang dibuka Kepala Bagian Umum BPS Sumut, Rahmat Gustiar tersebut diikuti perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Sumatera Utara, perwakilan Bank Indonesia, perwakilan Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb), para kepala BPS kabupaten/kota se Sumut, Dharmawanita BPS, perwakilan masyarakat dan lain sebagainya.
Rahmat dalam sambutannya menyampaikan, dalam 20 tahun kedepan pemerintah mempunyai misi emas yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045.
Sebagai insan BPS kembali tetap dituntut kontribusinya dalam mengawal sasaran utama pembangunan 20 tahun ke depan yang tertuang dalam sasaran utama visi Indonesia Emas 2045.
Visi yang kedua, lanjutnya, diharapkan kemiskinan menuju 0 persen dan ketimpangan berkurang. "Diharapkan ke depan kemiskinan kita sekitar 0,5 sampai 0,8 persen dan gini rasio sekitar 0,377 hingga 0,320," sebutnya.
Ketiga, meningkatnya kepemimpinan dan pengaruh di dunia internasional yang ditandai dengan masuknya Indonesia dalam 15 besar dunia Global Power Indeks. Keempat, daya saing sumber daya manusia meningkat yang ditandai dengan Indeks Modal Manusia sebesar 0,73 poin. Dan visi Kelima, Intensitas emisi gas rumah kaca menurun menuju net zero emission.
Dia menyebutkan, ada 19 indikator utama pembangunan yang datanya sampai ke level kabupaten/kota dan level provinsi. Dari 19 indikator itu, BPS Provinsi Sumut dalam sosialisasi tersebut mengulas dan mendiskusikan 3 indikator utama yakni tingkat inflasi Juni 2024, pertumbuhan ekonomi triwulan I 2024, dan profil kemiskinan Maret 2024.
Pada kesempatan itu, Rahmat Gustiar juga menyampaikan, saat ini BPS tidak hanya dituntut mengumpulkan dan menyajikan data saja, tapi juga dituntut meningkatkan peran sebagai insan BPS.
Kita juga harus bisa memastikan ketersediaan 45 indikator utama pembangunan, dan juga memastikan ketersediaan indikator-indikator lainnya untuk memonitoring dan evaluasi pembangunan, seperti SDGs," jelasnya lagi.
Selain itu, lanjutnya, peran BPS yang harus menjadi perhatian bersama adalah sebagai pembina statistik sektoral, dimana BPS harus bisa memastikan bahwa statistik sektoral sesuai dengan standar nasional dan internasional. Selain itu juga harus bisa menyelenggarakan evaluasi pengembangan statistik sektoral melalui Evaluasi Pembangunan Statistik Sektoral (EPSS).
Insan BPS juga harus bisa mendukung pengembangan sumber data lainnya untuk memperkuat statistik sektoral, serta meningkatkan peran penyelenggara statistik sektoral dalam transformasi digital melalui pengembangan Satu Data Indonesia (SDI), antara lain Integrasi & Interoperabilitas Statistik Sektoral.
Sementara itu, dalam sosialisasi tersebut disampaikan pemaparan materi tentang tiga indikator makro Sumatera Utara Semester I 2024, yakni perkembangan inflasi Sumut sampai Juni 2024 yang disampaikan narasumber Laila Syafrita Siregar.
Selanjutnya penyampaian materi indikator strategis lainnya tentang potret perkembangan ekonomi Sumut Triwulan I 2024 yang disampaikan Pendi Dewanto, dan dilanjutkan dengan penyampaian materi profil kemiskinan Sumut Maret 2024 disampaikan disampaikan Dadan Supriadi dengan moderator Nizaruddin. (rel/wie)









Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda