Jepang Bantu Alat Berat Pembersih Lahan Di Aceh

  • Bagikan
Konsul Jenderal Jepang di Medan, Furugori Toru (kanan) dan Ketua Yayasan Sekolah Laboratorium Syiah Kuala, Prof. Dr. Djufri, M.Si (kiri) menandatangani bantuan hibah Jepang berupa alat berat pembersih lahan beritasore.co.id/ist

ACEH (beritasore.co.id): Konsul Jenderal Jepang di Medan, Furugori Toru dan Ketua Yayasan Sekolah Laboratorium Syiah Kuala, Prof. Dr. Djufri, M.Si telah menandatangani kontrak bantuan dana hibah program Grant Assistance for Grassroots Human security Projects Kamis (13/3/2027).

Proyek itu senilai 452,357 dolar AS untuk penyediaan alat berat pembersih lahan guna pemulihan bencana alam di Provinsi Aceh.

Konsul Jenderal Jepang di Medan, Furugori Toru mengatakan Jepang telah mengadakan berbagai bantuan pemulihan bencana seperti rekonstruksi perumahan, gedung sekolah, dan infrastruktur dasar di Aceh setelah terjadi gempa bumi dan Tsunami berskala besar pada tahun 2004.

“Kami juga terus melaksanakan upaya pencegahan bencana di Provinsi Aceh
melalui program Bantuan Hibah Grassroots untuk Keamanan Manusia,” kata Konjen Furugori Toru.

Sebagai proyek terbaru, tambah Konjen Furugori Toru, Jepang membangun Pusat Edukasi Tsunami di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, dan meresmikannya pada bulan Desember 2024.

Bencana alam seperti gempa bumi, banjir, dan tanah longsor sering terjadi di Provinsi Aceh. Banjir dan tanah longsor menyebabkan rumah terendam air dan penumpukan tanah, memaksa warga mengungsi, serta jembatan dan jalan rusak akibat gempa bumi.

“Melihat situasi ini, kami telah memutuskan untuk memberikan delapan unit alat berat pembersih lahan terdiri dari empat unit ekskavator dan empat unit truk,” ujar Konjen Furugori Toru

Ia menambahkan program Bantuan Hibah Grassroots kepada Yayasan Sekolah Laboratorium Syiah.

Bantuan hibah ini merupakan bentuk kerja sama, dukungan, dan kepedulian dari
masyarakat Jepang kepada masyarakat Indonesia. “Kami berharap alat berat pembersih lahan yang kami hibahkan dapat berkontribusi pada pemulihan secepat mungkin saat bencana alam terjadi di Provinsi Aceh,” kata Konjen.

Bantuan Hibah Grassroots dari Pemerintah Jepang kepada masyarakat Indonesia
bertujuan untuk mengatasi permasalahan kebutuhan dasar manusia di berbagai bidang
termasuk kesehatan, sosial, pendidikan, dan lingkungan.

Sehingga hubungan persahabatan dan kerja sama Jepang dan Indonesia akan makin erat ke depannya. (wie)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *