Anak Korban Bencana di Aceh Tamiang Dapat Trauma Healing Dari Tim Dosen Unsam

  • Bagikan
Teks Foto: Tim PKM Dosen Universitas Samudra Fakultas Hukum saat berikan Pendampingan Psikososial (Trauma Healing) bagi anak-anak korban bencana, di Desa Tanjung Neraca, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang.(ist). 
Teks Foto: Tim PKM Dosen Universitas Samudra Fakultas Hukum saat berikan Pendampingan Psikososial (Trauma Healing) bagi anak-anak korban bencana, di Desa Tanjung Neraca, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang.(ist). 

LANGSA (beritasore.co.id): Tim Dosen Universitas Samudra (Unsam) Fakultas Hukum melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Program Tanggap Bencana, berupa Pendampingan Psikososial (Trauma Healing) bagi anak-anak korban bencana, di Desa Tanjung Neraca, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang.

“Pemulihan psikologis anak pascabencana merupakan bagian penting dari upaya pemenuhan hak anak atas rasa aman dan tumbuh kembang yang optimal,” ujar Ketua tim PKM Dr. Liza Agnesta Krisna, S.H.M.H, dosen Fakultas Hukum Universitas Samudra, Senin (23/2).

Menurutnya, kegiatan tersebut dipusatkan di Balai Desa Tanjung Neraca dan dihadiri lebih dari 50 anak-anak serta didukung oleh Aparatur Desa dan Kader Posyandu yang dilaksanakan Senin (9/2).

“Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kehadiran perguruan tinggi di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi pascabencana yang berdampak tidak hanya secara fisik tetapi juga emosional,” sebutnya.

Sebagai akademisi yang aktif dalam isu perlindungan anak dan pengabdian masyarakat, Dr. Liza Agnesta menjelaskan, rangkaian trauma healing dikemas secara ramah anak dan partisipatif, meliputi menonton animasi edukasi yang mengandung pesan semangat dan keberanian, kegiatan mewarnai sebagai media ekspresi emosi, bernyanyi bersama untuk membangun keceriaan, serta sesi bercerita dan berbagi pengalaman dalam suasana yang aman dan menyenangkan.

Dijelaskannya, anak-anak yang mengalami bencana membutuhkan ruang aman untuk mengekspresikan perasaan mereka. Pendekatan yang lembut, edukatif, dan menyenangkan menjadi cara efektif untuk membantu anak memulihkan kepercayaan diri dan membangun kembali interaksi sosialnya.

Selain kegiatan untuk anak-anak, tim juga melakukan diskusi bersama kader Posyandu guna memperkuat peran masyarakat dalam mendampingi proses pemulihan secara berkelanjutan. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya bersifat sesaat, tetapi menjadi langkah awal dalam membangun ketahanan psikososial anak di tingkat desa.

“Semoga melalui kegiatan ini, Fakultas Hukum Universitas Samudra menunjukkan komitmennya dalam mengintegrasikan keilmuan dengan kepedulian sosial, serta menghadirkan pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat terdampak bencana,” imbuh Dr. Liza Agnesta. (wmi)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *