Lhokseumawe (beritasore.co.id): Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unimal menyatakan sikap menolak pembelajaran jarak jauh, dan akademik harus tetap terlaksana seperti biasa karena tidak berada dalam kondisi darurat.
Hal itu diungkapkan Ketua BEM Unimal Muhammad Ilal Sinaga, Selasa (7/4), terkait adanya rencana pembelajaran jarak jauh.
Dikatakannya Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi mengeluarkan surat edaran SE No. 2 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pola Kerja di Lingkungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi dan Penyesuaian Kegiatan Akademik di Perguruan Tinggi.
Dalam SE terdapat salah satunya ialah penyesuaian kegiatan akademik bagi perguruan tinggi bagi mahasiswa semester akhir. Sebagai betuk efisiensi penggunaan energi terhadap perkembangan geopolitik.
Maka pihaknya menyampaikan penolakan keras terhadap edaran Menteri ini terutama pada poin dua (2) penyesuaian kegiatan akademik. Menurutnya kegiatan akademik harus tetap terlaksana seperti biasa karena tidak ada kondisi darurat yang memaksa orang harus tetap berada di rumah.
“Kami menolak SE ini terutama poin dua (2) karena tidak ada alasan khusus sehingga memaksa harus dilaksanakannya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)” ujarnya.
Ia menerangkan bahwa pendidikan merupakan prioritas pembangunan bangsa. Ia menilai PJJ tidak efektif berdasarkan pengalaman waktu covid-19 menyerang. Ia juga menyayangkan pendidikan harus selalu mengalah sedangkan Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih tetap berjalan tanpa efisiensi apapun.
“Pendidikan merupakan elemen prioritas pembangunan bangsa kedepan. PJJ ini sangat tidak efektif, kita sudah punya pengalaman saat Covid-19 melanda. Pendidikan harus selalu mengalah, sedangkan MBG dan Kopdes MP berjalan seperti biasa,” tegasnya.
Ia menyarankan agar pimpinan perguruan tinggi objektif dalam mengambil keputusan setelah Surat Edaran ini dikeluarkan.
“Kami menyarankan pimpinan perguruan tinggi untuk objektif dalam mengambil keputusan, jangan korbankan akademik hanya karena ingin membatasi beberapa hal,” tuturnya. (wmi)













