MEDAN (beritasore.co.id): Tiongkok merupakan negara terbesar untuk tujuan ekspor maupun impor yang masuk ke Sumatera Utara pada Januari – Pebruari 2026.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara Asim Saputra mengatakan hal itu kepada wartawan di kantornya Kamis (2/4/2026).
Asim memaparkan ekspor ke Tiongkok mencapai 362,72 juta dolar AS diikuti Amerika Serikat sebesar 264,03 juta dolar AS dan India sebesar136,99 juta dolar AS dengan kontribusi ketiganya mencapai 36,34 persen.
“Ekspor ke Tiongkok pada periode Januari–Februari 2026 merupakan yang terbesar,” jelas Asim.
Begitu pula untuk nilai impor Januari–Februari 2026 dari Tiongkok merupakan yang terbesar yaitu 242,92 juta dolar AS dengan perannya mencapai 27,12 persen dari total impor Sumatera Utara. Diikuti Malaysia sebesar 104,17 juta dolar AS (11,63 persen) dan Singapura sebesar 102,45 juta dolar AS (11,44 persen).
“Nilai ekspor dan impor melalui pelabuhan muat di wilayah Sumatera Utara pada Januari-Pebruari 2026 mengalami kenaikan,” kata Asim.
Ia menjelaskan nilai ekspor pada Januari – Pebruari 2026 mencapai 2.101,56 juta dolar AS atau naik 9,34 persen dibanding periode yang sama tahun 2025.
Golongan barang yang mengalami peningkatan terbesar pada Januari-Februari 2026 terhadap Januari-Februari 2025 adalah golongan lemak & minyak hewan nabati yaitu naik sebesar 125,47 juta dolar AS (16,24 persen) diikuti oleh golongan berbagai produk kimia naik sebesar 42,86 juta dolar AS (14,38 persen).
*Impor
Asim menambahkan nilai impor menurut golongan penggunaan barang Januari–Februari 2026 dibanding Januari–Februari 2025, barang konsumsi mengalami peningkatan sebesar 15,99 persen dan bahan baku penolong meningkat sebesar 9,75 persen.
“Sedangkan barang modal mengalami penurunan sebesar 14,35 persen,” katanya.
Golongan barang impor yang mengalami kenaikan tertinggi adalah golongan pupuk dengan kenaikan sebesar 15,68 juta dolar AS (38,98 persen).
*Neraca Perdagangan
Terkait neraca perdagangan luar negeri Sumatera Utara Pebruari 2026 , Asim menyebut mengalami surplus sebesar 684,86 juta dolar AS. Pada periode Januari–Februari 2026, Sumatera Utara telah mencapai surplus perdagangan sebesar 1.205,72 juta.l dolar AS. (wie)













