MEDAN (beritasore.co.id): Kondisi industri jasa keuangan di Sumatera Utara masih menunjukkan kinerja yang stabil seiring dengan pertumbuhan ekonomi daerah yang cukup baik.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara Khoirul Muttaqien mengatakan kepada wartawan di kantornya Selasa (10/3/2026) petang.
Saat itu Muttaqien didampingi Wan Nuzul Fachri selaku Kepala Direktorat Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Provinsi Sumatera Utara dan Yusri selaku Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK Provinsi Sumatera Utara.
Secara nasional, perekonomian Indonesia masih tumbuh positif dengan laju sekitar 5,11 persen. Pertumbuhan tersebut didorong oleh beberapa lapangan usaha utama seperti industri pengolahan, pertanian, konsumsi rumah tangga, serta sektor pertambangan.
Jika dilihat lebih rinci, sektor dengan pertumbuhan tertinggi berasal dari jasa perusahaan yang berkaitan dengan aktivitas perjalanan, penyelenggaraan kegiatan (event), transportasi dan pergudangan, serta sektor informasi dan komunikasi yang didorong oleh meningkatnya penggunaan internet dan data seluler.
Di kawasan Sumatera Bagian Utara, Provinsi Sumatera Utara masih menjadi kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) wilayah tersebut dengan porsi sekitar 23,54 persen. Namun dari sisi laju pertumbuhan ekonomi, posisi tertinggi masih ditempati Kepulauan Riau sebesar 6,94 persen.
Struktur ekonomi Sumatera Utara hingga saat ini masih didominasi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan.
Sementara sektor yang mencatat pertumbuhan tertinggi adalah transportasi dan pergudangan dengan pertumbuhan mencapai 10,14 persen. Di sisi lain, terdapat dua sektor yang mengalami kontraksi yaitu konstruksi serta administrasi pemerintahan.
Dalam sektor jasa keuangan, OJK mencatat aktivitas industri di Sumatera Utara cukup beragam. Saat ini terdapat 57 bank umum, 49 Bank Perkreditan Rakyat (BPR/BPRS), 27 agen penjual reksa dana, 27 perusahaan pergadaian, 6 lembaga keuangan mikro, serta 26 perusahaan di sektor pasar modal dan investasi. (wie)
-l















