Unpri Perkuat Jejak Global, 1.141 Lulusan Diwisuda Dan Adjunct Professor Internasional Dikukuhkan

  • Bagikan
Rektor Unpri Prof. Dr. Chrismis Novalinda Ginting, mengukuhkan Prof. Dato Sri Dr. Abu Hassan Asaari Abdullah sebagai Adjunct Professor Internasional di bidang Emergency and Trauma Medicine pada momen wisuda perguruan tinggi tersebut. beritasore.co.id/ist

MEDAN (beritasore.co.id): Universitas Prima Indonesia (Unpri) kembali menegaskan langkahnya menuju panggung pendidikan tinggi global.

Pada wisuda periode II tahun 2026 yang digelar pada 26–27 Februari 2026, kampus tersebut meluluskan 1.141 lulusan dari berbagai jenjang pendidikan, mulai Diploma, Sarjana, Magister hingga Doktor.
Momentum wisuda ini tidak sekadar seremoni kelulusan, tetapi juga menjadi penegasan komitmen Unpri dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan siap bersaing di tingkat internasional.

Dalam rangkaian acara tersebut, Unpri juga mengukuhkan Prof. Dato Sri Dr. Abu Hassan Asaari Abdullah sebagai Adjunct Professor Internasional di bidang Emergency and Trauma Medicine pada Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Gigi (FKKG).

Sosok yang dikenal luas sebagai pelopor pengembangan sistem kedokteran gawat darurat modern di Malaysia ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi akademik Unpri, khususnya dalam pengembangan riset, kurikulum, serta jejaring pendidikan kedokteran di kawasan Asia Tenggara hingga tingkat global.

Rektor Universitas Prima Indonesia, Prof. Dr. Chrismis Novalinda Ginting, menegaskan bahwa pengukuhan lulusan dan Adjunct Professor Internasional tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan Unpri menuju World Class University.

Menurut dia, Unpri terus berupaya memperkuat kualitas pendidikan melalui inovasi di bidang pembelajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

Saat ini Unpri menaungi 59 program studi, dengan 16 di antaranya telah meraih akreditasi Unggul. Kampus ini juga tercatat sebagai perguruan tinggi swasta pertama di Sumatera yang memiliki program studi Profesi Psikolog.
Tak hanya itu, Unpri juga menjadi universitas pertama di Indonesia yang memperoleh akreditasi internasional untuk program Sarjana Kedokteran dan Profesi Dokter.

Pencapaian tersebut semakin diperkuat dengan masuknya Unpri dalam pemeringkatan QS World University Rankings, yang menjadi indikator pengakuan terhadap kualitas akademik dan reputasi global perguruan tinggi.

Apresiasi terhadap capaian tersebut disampaikan Kepala LLDikti Wilayah I, Prof. Drs. Saiful Anwar Matondang, yang menilai Unpri menunjukkan konsistensi dalam membangun kualitas pendidikan tinggi.
Menurut dia, di tengah dinamika tantangan global dan nasional, perguruan tinggi dituntut untuk hadir sebagai solusi nyata bagi masyarakat.

“Unpri telah menunjukkan peran tersebut. Kampus tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga memberi dampak melalui kontribusi nyata di bidang pendidikan, kesehatan, dan kemanusiaan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti keberhasilan Unpri sebagai perguruan tinggi swasta dengan jumlah Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) terbanyak di Indonesia, serta langkah ekspansi akademik melalui pembukaan program studi di luar kampus utama.
Dengan dukungan sumber daya manusia berkualifikasi profesor dan doktor, fasilitas pendidikan yang modern, serta penguatan kerja sama internasional seperti program joint degree dan dual degree, Unpri dinilai memiliki fondasi kuat untuk menuju universitas bereputasi dunia.

“Masuknya Unpri dalam pemeringkatan universitas dunia menjadi bukti bahwa arah kebijakan kampus ini sudah tepat dan berdampak,” tegasnya.

Melalui wisuda dan pengukuhan Adjunct Professor Internasional ini, Unpri kembali menegaskan komitmennya sebagai institusi pendidikan tinggi yang progresif, berwawasan global, dan berorientasi pada kualitas.

Momentum tersebut juga menjadi penegasan bahwa Unpri tidak sekadar meluluskan mahasiswa, tetapi menyiapkan generasi profesional dan ilmuwan yang siap berkontribusi di tingkat nasional maupun internasional. (aje)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *