MEDAN (beritasore.co.id): Pemerintah Jepang telah memutuskan untuk memberikan bantuan dana hibah melalui program Grant Assistance for Grass-roots Human security Projects untuk pengadaan 1 unit Yamaha Water Purification System kepada Yayasan Sinar Tani Indonesia (Sintesa) di Kecamatan Aek songsongan, Kabupaten Asahan, Provinsi
Sumatera Utara.
Acara Penandatanganan Grant Contract Bantuan Dana Hibah Grassroots Pemerintah
Jepang kepada Yayasan Sinar Tani Indonesia (Sintesa) berlangsung di Kantor Konsulat Jenderal Jepang di Medan Rabu (4/3/2026).
Penandatanganan kontrak kerja sama dilakukan Konsul Jenderal Jepang di Medan Furugori Toru dengan Ketua Yayasan Sintesa Aprizal Kurniawan. Dana hibah tersebut disalurkan melalui kerja sama antara Konsulat Jenderal Jepang di Medan dengan Yayasan Sinar Tani Indonesia (Sintesa).
Konsul Jenderal Jepang di Medan Furugori Toru mengatakan proyek ini adalah
proyek kemitraan publik-swasta bersama Yamaha Motor Co., Ltd.
Masyarakat Desa Lobu Rappa saat ini mengalami kesulitan dalam mengakses air minum layak konsumsi sesuai dengan standar kesehatan nasional.
Proses penjernihan air minum di Desa Lobu Rappa kerap sekali hanya melalui proses memasak tanpa adanya filterisasi. Sering sekali, masyarakat Lobu rappa mengonsumsi air bersih yang tidak layak minum sehingga menyebabkan berbagai kondisi penyakit seperti diare, muntah dan penyakit air lainnya.
Selain itu, kondisi perekonomian masyarakat Lobu rappa memperparah akses air minum berkualitas bagi sebagian masyarakat, dikarenakan mayoritas masyarakat bekerja sebagai petani dan buruh tani dengan
upah terbatas. “Sehingga sulit bagi mereka untuk membeli air minum berkualitas baik,” kata Konsul Jenderal Furugori Toru.
Melihat kondisi tersebut, yayasan Sintesa mengajukan permohonan proposal kepada pemerintah Jepang melalui skema hibah Grassroots. Upaya pengadaan mesin Yamaha Water Purification System adalah salah satu langkah konkrit untuk memberikan akses mudah terhadap hak dasar manusia
dalam mendapatkan air minum yang aman dan berkualitas.
Pengadaan Yamaha Water Purification System dinilai sesuai dengan tujuan program Grant Assistance for Grassroots Human Security Projects, maka Konsulat Jenderal Jepang di
Medan memutuskan untuk mendukung pengadaan 1 unit mesin Yamaha Water Purification System untuk Yayasan Sintesa.
Bantuan hibah ini merupakan bentuk kerjasama, dukungan dan wujud kepedulian dari masyarakat Jepang kepada masyarakat Indonesia.
Dengan adanya prasarana air minum, diharapkan dapat menunjang kebutuhan dasar masyarakat Kecamatan Aek Songsongan sehari-hari yang didalamnya terdiri dari beberapa desa yaitu Lobu Rappa, Tangga dan Gunung melayu.
Bantuan Hibah Grassroots dari Pemerintah Jepang kepada masyarakat Indonesia
bertujuan untuk mengatasi permasalahan kebutuhan dasar manusia di berbagai bidang termasuk kesehatan, sosial, pendidikan, dan lingkungan sehingga hubungan persahabatan dan kerja sama Jepang dan Indonesia akan makin erat ke depannya.
Konjen Furugori Toru mengatakan untuk bantuan hibah melalui program Grant Assistance for Grassroots Human Security Projects, fokus ke berbagai bidang seperti kesehatan, pendidikan dan lingkungan hidup. Bantuan hibah dapat memberikan dampak besar kepada masyarakat di Sumatera seperti penyulingan air bersih ini.
Wilayah kerja Konsulat Jenderal Jepang di Medan berada di enam provinsi yakni Sumatera Utara, Aceh, Sumatera Barat, Jambi, Riau dan Kepulauan Riau.
“Tiap tahun ada saja bantuan hibah yang kami berikan bagi masyarakat di Pulau Sumatera,” kata Konjen Furugori Toru.
Terkait bencana alam di Pulau Sumatera, Konjen Furugori Toru mengatakan pihaknya menyatakan prihatin. Namun untuk bantuan, belum ada dari pemerintah Jepang karena pemerintah Indonesia menolak setiap bantuan dari luar negeri. Tapi beberapa LSM Jepang kerja sama dengan LSM lokal sudah membantu para korban terdampak banjir Sumatera.
Ketua Yayasan Sintesa Aprizal Kurniawan mengatakan bangga dapat menerima bantuan penjernihan air minum ini. “Kami sangat berterimakasih kepada pemerintah Jepang. Alat penjernih air ini akan kami jaga dan memberikan dampak besar bagi masyarakat sekitarnya,” kata Afrizal. (wie)















