JAKARTA (beritasore.co.id): Presiden RI Prabowo Subianto memperoleh komitmen investasi dari Inggris ke Indonesia senilai 4 miliar pound sterling atau setara sekitar Rp 90 triliun dari kerja sama sektor maritim.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam wawancara cegat di London Stunsted Airpot, Kota London, Inggris, Rabu (21/1), waktu setempat, mengatakan komitmen itu diraih dari sejumlah pertemuan penting, salah satunya dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.
“Ada komitmen investasi sebesar 4 miliar poundsterling, itu sekitar Rp90 triliun,” katanya menjelaskan hasil pertemuan Presiden dengan PM Starmer.
Komitmen itu mengikat kerja sama di sektor investasi pembangunan sebanyak 1.582 kapal nelayan sebagai bagian dari kolaborasi industri maritim kedua negara.
Menurut Teddy, program pembangunan kapal tersebut memiliki dampak ekonomi yang signifikan karena seluruh proses produksi dan perakitan akan dilakukan di Indonesia.
“Yang menariknya begini, jadi kapalnya ini nanti menurut Menteri Kelautan akan memperkerjakan sekitar 600 ribu orang. Kenapa? Karena nanti diproduksinya, dirakitnya di Indonesia,” ujarnya.
.
Berdasarkan penjelasan Menteri Kelautan dan Perikanan, kata Seskab Teddy, proyek ini diproyeksikan menyerap sekitar 600 ribu tenaga kerja, yang terdiri atas sekitar 30 ribu awak kapal, 400 ribu tenaga kerja di sektor produksi dan perakitan, serta sekitar 170 ribu tenaga kerja dari efek berganda (multiplier effect) di sektor-sektor pendukung lainnya.
Ia menjelaskan, hasil kunjungan Presiden Prabowo ke Inggris ini menunjukkan fokus pemerintah tidak hanya pada penguatan diplomasi dan investasi, tetapi juga pada penciptaan lapangan kerja dan penguatan industri nasional berbasis maritim.
Sementara itu, PM Starmer, dalam pertemuannya dengan Presiden Prabowo di kantor Perdana Menteri Inggris di 10 Downing Street, London, Selasa (20/1), memberikan apresiasi atas kemajuan hubungan bilateral kedua negara.
Kesepakatan kerja sama di bidang maritim (Maritime Partnership Programme-MPP), sebelumnya dicapai RI-Inggris saat agenda G20 di Afrika Selatan, November 2025.
Program kerja sama bernilai 4 miliar pound sterling ini dipimpin oleh perusahaan pertahanan Inggris, Babcock, dan menjadi bagian dari penguatan kemitraan kedua negara di sektor maritim dan pertahanan.
Bagi Inggris, kerja sama tersebut diproyeksikan menciptakan sekitar 1.000 lapangan kerja baru.
Sementara bagi Indonesia, kemitraan ini membuka peluang investasi di sektor galangan kapal, mendorong revitalisasi komunitas nelayan, serta memperkuat pertahanan dan keamanan maritim nasional melalui peningkatan kapasitas industri dan sumber daya dalam negeri.
“Terima kasih atas kesepakatan maritim yang kami tandatangani, meskipun dilakukan secara virtual, pada KTT G20 lalu. Kesepakatan tersebut sangat penting bagi Inggris karena telah membuka banyak lapangan pekerjaan,” kata PM Starmer. (ant)















