Marwan Dasopang Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan Dan Perkuat Ukhuwah Islamiah Di MAN Insan Cendikia Tapsel

  • Bagikan
Keterangan Gambar: Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang sampaikan empat pilar kebangsaan dan perkuat Ukhuwah Islamiyah di MAN Insan Cendikia Kabupaten Tapanuli Selatan. (Berita/Ist)
Keterangan Gambar: Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang sampaikan empat pilar kebangsaan dan perkuat Ukhuwah Islamiyah di MAN Insan Cendikia Kabupaten Tapanuli Selatan. (Berita/Ist)

TAPSEL (beritasore.co,id): Ketua Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Marwan Dasopang, mensosialisasikan empat pilar kebangsaan sekaligus perkuat Ukhuwah Islamiyah di MAN Insan Cendikia Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), baru-baru ini yang diikuti para siswa/i, tenaga pendidik dan tokoh masyarakat lainnya.

Kegiatan yang mengusung tema “ Merawat NKRI” itu terselenggara melalui kerja sama Anggota DPR RI dengan pihak sekolah serta masyarakat sekitar. Acara tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Selatan, organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen lainnya

Kesempatan itu, Marwan Dasopang memaparkan dan mengingatkan kembali bahwa Indonesia merupakan bangsa besar yang berdiri di atas fondasi keberagaman. Dengan ratusan suku bangsa, ribuan pulau, beragam bahasa, serta berbagai agama dan aliran kepercayaan, Indonesia justru mampu tumbuh sebagai negara yang bersatu dalam semangat kebangsaan dan komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Nilai-nilai kebangsaan tersebut selaras dengan tradisi pemikiran Nahdlatul Ulama (NU) yang menempatkan persaudaraan sebagai pilar utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, terdapat tiga prinsip penting yang relevan dalam memperkuat persatuan nasional.

‎Pertama, Ukhuwah Islamiyah, yaitu persaudaraan yang berlandaskan keimanan. Prinsip ini mengajarkan pentingnya sikap saling menghormati dan menghargai, tidak hanya antar sesama manusia, tetapi juga terhadap seluruh ciptaan Tuhan, termasuk alam dan lingkungan. Menghargai ciptaan, kata Marwan, merupakan bagian dari penghormatan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

‎Kedua, Ukhuwah Basyariah atau Insaniyah, yakni persaudaraan atas dasar kemanusiaan. Dalam konteks ini, kepedulian sosial dan semangat tolong-menolong tidak boleh dibatasi oleh perbedaan agama, suku, maupun latar belakang sosial. Setiap manusia memiliki martabat yang sama dan harus dijunjung tinggi.

‎Ketiga, Ukhuwah Wathaniyah, yaitu persaudaraan kebangsaan. Marwan menekankan bahwa dalam kehidupan berbangsa, ketidakadilan yang dialami oleh satu kelompok merupakan ancaman bagi persatuan nasional, karena penderitaan satu anak bangsa sejatinya adalah penderitaan seluruh rakyat Indonesia.

‎“Nilai-nilai persaudaraan inilah yang melahirkan konsensus kebangsaan dan menjadi fondasi berdirinya Indonesia sebagai negara yang berdaulat. Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 menjadi dasar negara sekaligus pedoman hukum dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Marwan.

‎Sosialisasi yang berlangsung selama satu hari penuh ini mendapat sambutan positif dari para peserta. Mereka menilai bahwa penguatan wawasan kebangsaan perlu terus digalakkan, khususnya di kalangan generasi muda, agar tidak terjerumus dalam gaya hidup hedonis, paham radikalisme, maupun dampak negatif arus globalisasi.

‎“Generasi muda harus memiliki karakter kebangsaan yang kuat. Semangat persatuan, toleransi, dan cinta tanah air menjadi modal utama untuk menjaga NKRI sebagai rumah bersama,” tegas Marwan Dasopang. (Tio).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *