Seragam Sekolah Anak Picu Inflasi Sumut

  • Bagikan

MEDAN (Berita): Pada Juni 2024, terjadi inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Sumatera Utara sebesar 3,35 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,75. Pemicunya antara lain seragam sekolah anak bertepatan dengan tahun ajaran baru.

“Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks seluruh kelompok pengeluaran,” kata Misfarudin, Statistisi Utama Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara Rabu (10/7/2024).

Ia menjelaskan kelompok pakaian dan alas kaki pada Juni 2024 memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y sebesar 0,11 persen. Selain seragam sekolah anak, komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y, yaitu: baju muslim wanita, baju kaos tanpa kerah/T-shirt pria, blus wanita, celana panjang jeans anak, ongkos binatu/laundry, kemeja pendek katun pria, celana dalam pria, celana panjang katun
pria, sandal karet wanita, dan celana panjang jeans pria masing-masing sebesar 0,01 persen.

Namun begitu, kelompok ini pada Juni 2024 tidak memberikan andil/sumbangan yang signifikan terhadap inflasi m-to-m provinsi .

Misfarudin mengatakan pada Juni 2024, seluruh kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Provinsi Sumatera Utara yang berjumlah delapan kabupaten/kota mengalami inflasi y-on-y. Secara rinci Kabupaten Labuhanbatu inflasi 3,18 persen dengan IHK 109,46, Kabupaten Karo inflasi 3,81 persen dengan IHK 107,50.

Kabupaten Deliserdang inflasi 3,37 persen dengan IHK 106,58. kota Sibolga inflasi 3,75 persen dengan IHK 108,42, Kota Pematang Siantar i dikasi 2,89 persen dengan IHK 106,95.

Kota Medan inflasi 3,31 persen dengan IHK
106,3, Kota Padangsidimpuan inflasi 4,13 persen dengan IHK 107,78 dan Kota Gunungsitoli inflasi 3,48 persen dengan IHK 106.

Misfarudin menambahkan inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Kota Padangsidimpuan sebesar 4,13 persen dengan IHK sebesar 107,78 dan terendah terjadi di Kota Pematangsiantar sebesar 2,89 persen dengan IHK sebesar 106,95.

“Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks seluruh kelompok pengeluaran, ” katanya.

Kelompok pengeluaran yakni kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 7,15 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 2,30 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,52 persen.

Kemudian kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,72 persen; kelompok kesehatan sebesar 1,79 persen; kelompok transportasi sebesar 1,23 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,14 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,55 persen.

Lanjut kelompok pendidikan sebesar 1,54 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,27 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 4,36 persen.

Tingkat deflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,33 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) sebesar 1,65 persen.

Ia menyebut perkembangan harga berbagai komoditas pada Juni 2024 secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi Sumatera Utara di 8 kabupaten/kota, pada Juni 2024 terjadi inflasi y-on-y sebesar 3,35 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 103,29 pada Juni 2023 menjadi 106,75 pada Juni 2024.

Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks
seluruh kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 7,15 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 2,30 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,52 persen.

Kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,72 persen; kelompok kesehatan sebesar 1,79
persen; kelompok transportasi sebesar 1,23 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa.

Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y pada Juni 2024, antara lain: cabai merah, beras, bawang merah, emas perhiasan, Sigaret Kretek Mesin (SKM), gula pasir, kentang, cabai rawit, cabai hijau, minyak goreng, telur ayam ras, angkutan udara, sewa rumah, akademi/Perguruan Tinggi, ikan nila, Sigaret Kretek Tangan (SKT), jengkol, kopi bubuk, ikan lele, dan bawang putih.

Sedangkan komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y, antara lain: daging ayam ras, ikan dencis, udang basah, tomat, sawi hijau, ikan asin teri, pir, ikan kembung/gembung, ikan tongkol/ambu-ambu, tembakau, bayam, cumi-cumi, daging sapi, pepaya, hand body lotion, sabun cair/cuci piring, ayam hidup, pengharum cucian/
pelembut, kerupuk (mentah), dan kemeja panjang katun pria.

Sementara komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi m-to-m pada Juni 2024, antara lain: daging ayam ras, tomat, bawang merah, sawi hijau, kangkung, bayam, cabai merah, bawang putih, ikan lele, minyak goreng, ikan asin teri, kacang panjang, udang basah, angkutan udara, ayam hidup, telur ayam ras, jeruk, sabun cuci batangan, ikan kembung/gembung, dan bahan bakar rumah tangga.

Sedangkan komoditas yang memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m, antara lain: ikan tongkol/ambu-ambu, ikan dencis, cabai rawit, beras, ikan nila, kentang, Sigaret Kretek Mesin (SKM), cabai hijau, wortel, jengkol, emas perhiasan, semangka, mobil, sawi putih, kol putih/kubis, ketimun, terong, brokoli, Sigaret Putih Mesin (SPM), dan shampo. (wie)

Berikan Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *