Remaja Disabilitas Belum Dapat Bantuan, Ini Tanggapan Kades Perk Aek NagagaRemaja Disabilitas Belum Dapat Bantuan, Ini Tanggapan Kades Perk Aek Nagaga

ASAHAN (beritasore.co.id) : Terkait berita berjudul "Miris, Remaja Disabilitas Di Asahan Sering Didata Tapi Tak Kunjung Dapat Bantuan" yang tayang di media ini direspon serius oleh Kepala Desa Perkebunan Aek Nagaga, Kecamatan Rahuning, Kabupaten Asahan, Sawaluddin.
"Permohonan bantuan untuk penyandang disabilitas atas nama Rapi benar diajukan ke Dinas Sosial Kabupaten Asahan, tetapi samapai saat ini belum ada realisasi", ungkap Kades Sawaluddin, Minggu (21/6) di Caffe History Desa Orika.
Menurut Kades Sawaluddin, sebenarnya ada 4 orang penyandang disabilitas di Desa Aek Nagaga yang sudah diajukan oleh Pemerintah Desa ke Dinas Sosial Kabupaten Asahan, atas penyandang disabilitas bisu (tuna rungu), tuli (tuna rungu) dan idiot.
"Dari keempat orang penyandang disabilitas itu ada satu orang yang sudah mendapat berupa alat bantu dengar atas nama Yani warga Dusun I", ungkapnya.
Sementara Rapa penyandang disabilitas idiot, belum lama diajukan permohonannya, namun kemungkinan juga sudah pernah diajukan oleh kepala desa terdahulu, karena dirinya terpilih menjadi Kepala Desa Perkebunan Aek Nagaga pada tahun 2022.
Menanggapi penyandang disabilitas yang belum mendapat bantuan, Syawal berharap agar bersabar dan diharapkan ini menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Asahan agar segera merealisasi bantuan yang diharapkan oleh penyandang disabilitas yang belum mendapat bantuan.
" Harapan kita bang, permohonan bantuan untuk Rapa dan penyandang disabilitas lainnya dapat terealisasi sesuai dengan harapan dan kebutuhannya masing-masing ", ujarnya.
Sebagaimana diberikan, Rapa dan Rapi merupakan anak kembar yang dilahirkan oleh pasangan suami istri Erdi (39) dan Juliani (37) pada 16 tahun yang silam. Namun Rapa memiliki fisik lemah (idiot), sedangkan Rapi berbadan sehat dan fisik yang kuat. Berdasarkan diagnosa, dokter memvonis penyakit yang diderita Rapi adalah polio.
Kedua orang tuanya, Erdi dan Juli berharap kepada Perintah Kabupaten Asahan agar anaknya yang menyandang disabilitas kaki X bisa mendapat bantuan kesehatan maupun bantuan yang bisa untuk meringankan beban hidupnya. (min)







Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda