OJK Sumut Literasi Keuangan ASN Dan Budaya Menabung Pelajar Di SimalungunOJK Sumut Literasi Keuangan ASN Dan Budaya Menabung Pelajar Di Simalungun
Redaksi
Kamis, 25 Juni 2026 - 10.40 PM WIB

Road to Hari Indonesia Menabung (HIM) Tahun 2026 yang digelar OJK di Kantor Bupati Simalungun, Rabu (24/6/2026). beritasore.co.id/ist
Reading Comfort
adjust the font size
SIMALUNGUN (beritasore.co.id): Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara bersama Pemerintah Kabupaten Simalungun menyelenggarakan kegiatan Edukasi Pelindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) serta Edukasi Keuangan kepada Pelajar dalam rangka Road to Hari Indonesia Menabung (HIM) Tahun 2026 di Kantor Bupati Simalungun, Rabu (24/6/2026).
Siaran pers dari Kantor OJK Provinsi Sumatera Utara Kamis (25/6/2026) menyebut kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.
Sekaligus memperkuat pemahaman ASN dan pelajar mengenai pengelolaan keuangan yang sehat, aman, dan bertanggung jawab di tengah perkembangan teknologi dan digitalisasi sektor jasa keuangan yang semakin pesat.
Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara Triyoga Laksito dalam sambutannya diwakili Kepala Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Provinsi Sumatera Utara Yovvi Sukandar, menyampaikan bahwa peningkatan literasi dan inklusi keuangan merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, mengurangi kesenjangan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan
melalui berbagai program edukasi dan perluasan akses keuangan kepada seluruh
lapisan masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap ASN dapat semakin memahami hak dan
kewajibannya sebagai konsumen jasa keuangan serta mampu menjadi agen edukasi di lingkungan kerja maupun keluarga," kata Yovvi.
"Sementara bagi adik-adik pelajar, kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan budaya menabung, meningkatkan kecerdasan finansial, dan membangun karakter yang bijak dalam mengelola keuangan sejak dini,” ujar Yovvi.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Kabupaten Simalungun, Mixnon
Andreas Simamora, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah
mendukung terselenggaranya kegiatan edukasi tersebut sebagai bagian dari upaya
meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat di Kabupaten Simalungun.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Simalungun, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya
kegiatan ini," kata Mixnon.
Khususnya kepada Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), Otoritas Jasa Keuangan, lembaga jasa keuangan, serta seluruh pemangku kepentingan yang terus berkomitmen meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Kabupaten Simalungun.
Selain itu, edukasi keuangan kepada pelajar merupakan investasi jangka panjang
dalam membangun generasi yang cerdas, mandiri, dan bertanggung jawab dalam
mengelola keuangan.
Melalui momentum Road to HIM Tahun 2026, para pelajar didorong untuk membangun budaya menabung sejak dini sehingga memiliki kemampuan mengelola keuangan secara bijak dan merencanakan masa depan yang lebih baik.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai pelindungan konsumen sektor jasa keuangan, pengelolaan keuangan yang sehat, budaya menabung sejak dini, pengenalan pasar modal, serta pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan formal.
Materi disampaikan oleh OJK Provinsi Sumatera Utara, Bursa Efek Indonesia, dan BPD Sumatera Utara.
OJK mengajak masyarakat untuk senantiasa menerapkan prinsip 2L, yaitu Legal
dan Logis, dengan memastikan legalitas lembaga atau produk keuangan melalui
kanal resmi OJK, tidak mudah tergiur imbal hasil tinggi dalam waktu singkat, serta
menjaga kerahasiaan data pribadi dan data keuangan.
Melalui kegiatan ini, OJK bersama Pemerintah Kabupaten Simalungun berharap masyarakat semakin cerdas dalam mengelola keuangan, terlindungi dari aktivitas keuangan ilegal, serta mampu memanfaatkan layanan keuangan formal secara optimal guna mendukung kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah. (rel/wie)
Topik
No topics for this article yet.
Berita Terkait







Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda