Breaking News
Memuat breaking news...

Iran Tidak Ada Negosiasi Dengan AS Dalam Waktu Dekat

Redaksi
Redaksi
Selasa, 30 Juni 2026 - 6.04 PM WIB
Iran Tidak Ada Negosiasi Dengan AS Dalam Waktu Dekat
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran Esmaeil Baqaei.(ant/HO-MFA.IR)
Reading Comfort
adjust the font size

ISTANBUL (beritasore.co.id) : Iran, Senin (29/6) menegaskan bahwa tidak ada negosiasi dengan Amerika Serikat yang dijadwalkan pada tingkat apa pun dalam beberapa hari ke depan dan menekankan bahwa prioritasnya adalah pelaksanaan nota kesepahaman mengenai penghentian perang.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran sekaligus juru bicara tim perunding, Esmaeil Baqaei, mengatakan kepada wartawan bahwa pemerintah Iran saat ini berfokus memastikan pelaksanaan ketentuan dalam nota kesepahaman tersebut dan “secara serius mengejar pemenuhan tuntutannya, sebagaimana dilaporkan kantor berita pemerintah IRNA.

Baqaei mengatakan Amerika Serikat telah menerbitkan lisensi yang diperlukan berdasarkan Pasal 10 nota kesepahaman terkait penjualan minyak, dan Iran terus memantau pelaksanaannya.

Mengenai Pasal 11 yang mengatur pencairan aset Iran yang dibekukan, ia mengatakan proses implementasi juga sedang berlangsung. Delegasi ahli Iran dijadwalkan berangkat ke Doha pada akhir pekan ini untuk menindaklanjuti masalah tersebut.

Baqaei menambahkan bahwa Iran belum memasuki tahap negosiasi mengenai kesepakatan final. Menurutnya, Pasal 13 nota kesepahaman mengatur bahwa pembicaraan mengenai perjanjian komprehensif hanya dapat dimulai setelah Pasal 1, 4, 5, 10, dan 11 diterapkan serta pelaksanaannya terus berlanjut.

Juru bicara tersebut juga membantah laporan mengenai kemungkinan pertemuan dengan pejabat senior AS di Doha selama kunjungan delegasi Iran.

Menurutnya, jika ada kunjungan pejabat AS ke Qatar, hal itu tidak akan berkaitan dengan misi teknis Iran. “Tidak akan ada pertemuan negosiasi dengan pihak Amerika pada tingkat apa pun dalam beberapa hari ke depan,” katanya.

Nota kesepahaman Islamabad yang terdiri atas 14 poin antara Iran dan Amerika Serikat mulai berlaku pada 18 Juni setelah ditandatangani secara elektronik oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump, setelah berminggu-minggu ketegangan di kawasan yang dipicu oleh serangan AS dan Israel terhadap Iran.

Berdasarkan nota kesepahaman tersebut, Pasal 1 mengatur gencatan senjata dan penghentian operasi militer, Pasal 4 membahas front Lebanon dan mengatur penarikan pasukan Israel, sementara Pasal 5 mengatur pelayaran sementara dan koordinasi keamanan di Selat Hormuz.

Adapun Pasal 10 dan Pasal 11 masing-masing mengatur ekspor minyak Iran dan akses terhadap aset Iran yang dibekukan. (ant/Anadolu)

Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait