Breaking News
Memuat breaking news...

Bangsa Berhasil Bersatu Dan Berjiwa Besar

Redaksi
Redaksi
Jumat, 10 Juli 2026 - 9.12 PM WIB
315
Bangsa Berhasil Bersatu Dan Berjiwa Besar
Presiden Prabowo Subianto memberikan pidato sambutan dalam peresmian Bendungan Meninting di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7). (ant/HO-BPMI Sekretariat Presiden)
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (beritasore.co.id) : Presiden Prabowo Subianto menilai bangsa yang berhasil, besar, dan mampu mewujudkan kemakmuran bagi rakyatnya merupakan bangsa yang bersatu serta memiliki jiwa besar.

"Ada hal-hal yang saya dapat dari belajar sejarah peradaban manusia. Ada hal-hal yang saya dapat yang saya yakini. Bangsa yang berhasil, bangsa yang besar, bangsa yang bisa meraih kemakmuran untuk rakyatnya adalah bangsa yang bersatu, bangsa yang punya jiwa besar, bukan jiwa kecil," kata Prabowo di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7).

Presiden mengatakan pandangan tersebut diperolehnya dari pembelajaran sejarah peradaban manusia yang terus dipelajarinya hingga saat ini.

Menurut Prabowo, bangsa yang maju bukanlah bangsa yang dipenuhi dendam, perpecahan, rasa iri, dengki, dan kecurigaan antarkelompok.

Kepala Negara juga menekankan pentingnya cinta tanah air, bangsa, dan negara sebagai fondasi untuk menjaga persatuan.

Prabowo berpandangan rakyat Indonesia harus menghormati dan mencintai bangsanya sendiri karena tidak ada bangsa lain yang akan menunjukkan kepedulian lebih besar terhadap Indonesia.

Presiden mengingatkan bahwa upaya memecah belah bangsa telah berlangsung sejak masa lalu melalui politik devide et impera (pecah belah). Oleh sebab itu, persatuan perlu terus dijaga.

"Hanya dengan cinta tanah air berarti kita cinta bangsa Indonesia. Kita harus hormati dan cintai bangsa kita sendiri. Tidak ada bangsa lain yang akan menghormati kita, tidak ada bangsa lain yang akan kasihan sama kita. Bahkan dari dulu mereka ingin pecah belah kita, devide et impera," ujarnya.

Prabowo juga menekankan keberhasilan suatu bangsa sangat ditentukan oleh persatuan kalangan elit dan para pemimpinnya.

Menurut Prabowo, para pemimpin harus memiliki sikap legowo atau lapang dada demi kepentingan bangsa yang lebih besar.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga menyinggung pengalaman Indonesia yang pernah mengalami penjajahan selama ratusan tahun, penghinaan, serta eksploitasi terhadap kekayaan alamnya.

Presiden menyebut hingga saat ini masih terdapat pihak-pihak tertentu yang memandang rendah Indonesia. Masih terdapat kelompok, bangsa, maupun negara tertentu yang iri terhadap kekayaan Indonesia dan memiliki kepentingan untuk mengambil keuntungan dari kekayaan tersebut, termasuk dengan memecah belah Indonesia.

"Ada kelompok-kelompok tertentu, ada bangsa-bangsa tertentu, ada negara-negara tertentu yang iri sama kita, yang iri karena kita kaya, yang memikirkan bagaimana bisa mencuri kekayaan kita, dan kalau bisa Indonesia pecah," katanya.

Lebih lanjut, Prabowo juga menegaskan komitmennya untuk tetap setia kepada rakyat Indonesia dan mengabdikan seluruh tenaga, pikiran, serta energi yang dimilikinya untuk bangsa dan negara.

Selain itu, Presiden menyatakan tidak akan menyerah ketika kepentingan rakyat terancam, terutama terkait upaya mengatasi kemiskinan dan kelaparan. Prabowo menyatakan pemenuhan kebutuhan pangan merupakan syarat penting bagi keberhasilan suatu negara.

"Saya tidak rela rakyat Indonesia miskin, saya tidak rela. Saya tidak rela ada anak-anak Indonesia yang lapar, saya tidak rela. Apapun segelintir elit di Jakarta berpendapat bahwa perut lapar itu tidak penting, saya berbeda. Ada rakyat Indonesia yang lapar itu penting bagi saya," kata Prabowo.

"Tidak ada negara yang berhasil kalau tidak bisa menghasilkan pangan bagi rakyatnya sendiri. Dan Alhamdulillah, Indonesia sekarang mampu memberi pangan untuk rakyatnya sendiri," pungkasnya.(ant)

Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait